Jokowi Umumkan Rencana Pemindahan Ibu Kota di Instagram

Unggahan Presiden Jokowi soal rencana pemindahan Ibu Kota di Instagram mendapat 265 ribu likes dalam satu jam.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
8 Agustus 2019, 12:43
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi yang diusulkan menjadi calon ibu kota baru di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri P
SEKRETARIAT KABINET
Presiden Joko Widodo meninjau lokasi yang diusulkan menjadi calon ibu kota baru di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro.

Presiden Joko Widodo hari ini mengumumkan rencana pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan melalui akun Instagram resminya, @jokowi. Unggahan itu mendapat respons positif dari khalayak.

“Selamat siang. Ibu kota negara kita akan pindah. Letaknya di Pulau Kalimantan,” demikian keterangan yang dituliskan Jokowi di bawah gambar peta Kalimantan, Kamis (8/8).

Hanya dalam satu jam, unggahan Jokowi itu telah mendapat lebih dari 265 ribu likes dan 7 ribu komentar. Jumlah pengikut akun yang dikelola oleh Tim Komunikasi Digital Presiden itu kini telah mencapai 23,2 juta.

(Baca juga: Demi Pemindahan Ibu Kota di Kalimantan, Presiden Jokowi akan Jual Aset Negara Rp 150 Triliun)

Sejauh ini, Jokowi belum merinci lokasi pasti di mana calon ibu kota baru. “Di mana pastinya, sejauh ini telah mengerucut ke salah satu provinsi: bisa di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan.”

Ia menyebut, segala aspek dalam proses pemindahan itu, termasuk skema pembiayaan, desain kelembagaan, hingga payung hukum mengenai pemindahan ibu kota, sedang dikaji secara mendalam. Menurutnya, pengalaman negara-negara lain dalam memindahkan ibu kota juga tengah dipelajari.

“Dalam memutuskan pemindahan ibu kota ini, posisi saya bukan sebagai kepala pemerintahan, tetapi sebagai kepala negara,” kata Jokowi. Ia menambahkan, “Kita harus melihat visi besar berbangsa dan bernegara untuk 10 tahun, 50 tahun, 100 tahun yang akan datang.”

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait