Dorong Ekspor, Kemendag Kerja Sama Desain dengan Jepang

Image title
26 Juni 2019, 21:15
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda memberikan Penganugerahan Good Design Indonesia (GDI) 2019 yang berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (26/6).
Kemendag
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda memberikan Penganugerahan Good Design Indonesia (GDI) 2019 yang berlangsung di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Rabu (26/6).

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mendorong kerja sama pada bidang desain dengan Jepang guna meningkatkan ekspor. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Arlinda menyatakan besarnya potensi pasar ke Jepang bagi Indonesia.

"Jepang itu negara tujuan ekspor ketiga terbesar bagi kita. Jadi selain Tiongkok dan Amerika, Jepang itu potensinya luar biasa," kata Arlinda usai acara Good Design Indonesia (GDI) 2019 di kantornya, Jakarta, Rabu (26/6).

Ia mengatakan, Indonesia menggandeng Japan Institute of Design Promotion (JDP) agar Indonesia dapat ikut serta dalam kompetisi desain bertajuk Japan Good Design (G Mark). G Mark merupakan kompetisi desain internasional secara tahunan yang diselenggarakan di Jepang. Saat ini, G Mark telah membuat kolaborasi dengan Thailand, India, Singapura, Turki, dan Indonesia.

(Baca: Kerja Sama dengan Argentina Diharapkan Kurangi Defisit Neraca Dagang)

Melalui kompetisi tersebut, produk Indonesia dapat dilirik oleh pengunjung mancanegara, terutama Jepang. Arlinda meyakini, ajang tersebut dapat menjadi salah satu akses masuk ke pasar Jepang bagi eksportir Indonesia.

Kemendag pun turut membiayai 15 pemenang Good Design Indonesia (GDI) 2019 untuk mengikuti ajang G Mark di Tokyo, Jepang. Melalui G Mark, Indonesia dapat mempromosikan produk seperti kerajinan tangan, perhiasan, dan furnitur. Produk-produk tersebut dinilai memiliki nilai tambah yang tinggi serta sesuai dengan selera masyarakat Jepang.

Peserta peraih GDI of The Year ialah produk Natha dari PT Bana Andaru. Sementara, beberapa pemenang GDI Best seperti produk Blok Kayu Modular dari Permana, Buloo dari Saruga Package-Free, Citra dari PT Bana Andaru Nusantara, Drainage Cover dari Yanto Daryanto, dan Gateform CO2 dari PT Centra Teknologi Indonesia.

Arlinda pun mengatakan, peserta Indonesia yang mengikuti ajang G Mark 2018 telah berhasil mendapatkan pasar ekspor di Jepang. Selain itu, salah satu peserta asal Indonesia juga masuk menjadi 20 peserta terbaik dari total 4 ribu produk yang dikompetisikan.

(Baca: Neraca Dagang Surplus Dorong Kurs Rupiah Semakin Perkasa)

Arlinda berharap, capaian tersebut dapat terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya. Oleh karena itu, pihaknya akan terus membina para peserta melalui Indonesia Design Development Center (IDDC). "Dengan demikian, produk yang dihasilkan lebih berkualitas," ujarnya.

Reporter: Rizky Alika
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait