Menteri Rini Harap Bandara Jenderal Soedirman Beroperasi Tahun Depan

Pembangunan bandara di Purbalingga ini bisa mendukung pertumbuhan perekonomian di Jawa Tengah.
Image title
11 Mei 2019, 21:13
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meninjau perkembangan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (21/2). Bandara baru yang ditargetkan beroperasi April 2019 tersebut diperkirakan bisa
HUMAS KEMENTERIAN BUMN
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M Soemarno meninjau perkembangan pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (21/2). Bandara baru yang ditargetkan beroperasi April 2019 tersebut diperkirakan bisa menampung 14 juta penumpang per tahun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan Bandara Jenderal Besar Soedirman bisa beroperasi pada 2020. Kesimpulan ini disampaikannya setelah meninjau langsung lokasi proyek pembangunan bandara tersebut di Purbalingga, Jawa Tengah.

"Saya ke sini mengecek langsung persiapan pembangunan dan mendukung sepenuhnya pembangunan bandara ini," ujar Rini, dalam keterangan pers, Sabtu (11/5).

Menurutnya, pembangunan bandara ini bisa mendukung pertumbuhan perekonomian di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Kebumen, Banjarnegara, dan Wonosobo.

Menurutnya, saat ini tengah berlangsung pekerjaan-pekerjaan awal seperti pembersihan lahan, pemasangan pagar dan gedung project implementation Unit (PIU) oleh PT Angkasa Pura II sebagai operator dan pengelola bandara.

Advertisement

(Baca: Tingkatkan Investasi dan Koneksi, BUMN Akan Bentuk Holding Penerbangan)

Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengakatan, setelah persiapan tersebut rampung, pihaknya akan membangun terminal penumpang dan runway. "Kami tengah melakukan persiapan pembangunan infrastruktur setelah tahapan administrasi sudah usai dilalui,” ungkapnya.

Pembangunan terminal penumpang Bandara Jenderal Besar Soedirman dilakukan dalam 3 tahap. Adapun Tahap I dibangun terminal berkapasitas 98.812 penumpang per tahun. Lalu, pembangungan Tahap II membuat terminal memiliki kapasitas 440.440 penumpang per tahun, kemudian Tahap III menjadikan terminal berkapasitas 597.645 penumpang per tahun.

Pada Tahap I, bandara akan melayani penerbangan dengan pesawat ATR 72-600 dan sejenis. Nantinya setelah dilakukan pengembangan tahap III bandara ini bisa melayani take off dan landing dari pesawat sekelas Boeing 737 dan Airbus A320.

Awaluddin menyebutkan, untuk pembangunan tahap awal, investasi yang perlu disiapkan yaitu sebesar Rp 500 miliar. Dana itu untuk membangun terminal penumpang dan runway.

(Baca: Penerbangan Internasional Citilink Lewat Terminal 2F Bandara Soetta)

Ia juga optimistis bahwa jumlah penumpang akan terus bertambah setiap tahunnya yaitu bisa menembus 600 ribu penumpang per tahun. "Seiring juga dengan bergeliatnya perekonomian dan pariwisata karena terbukanya konektivitas udara penumpang akan bertambah," ujarnya.

Sebagai informasi, Proyek Bandara Jenderal Soedirman berlokasi di kawasan Pangkalan Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara (AU) Jenderal Besar Soedirman. Pada April 2019, AP II dan TNI AU menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) sehingga pembangunan infrastruktur sudah dapat dimulai.

AP II dan TNI AU juga telah menyepakati Daerah Lingkungan Kerja (DLKr), yakni DLKr I seluas 4,42 hektare guna diusahakan sebagai bandara meliputi terminal kargo, terminal penumpang, bangunan operasional atau perkantoran dan fasilitas sisi darat lainnya.

Selajutnya, DLKr II seluas 43,5 hektare guna penggunaan bersama (penerbangan sipil dan militer) meliputi runway, RESA (runway end safety area), stopway, taxiway, PKP-PK (Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran), fasilitas bersama, dan pagar pengamanan bandara.

Reporter: Fariha Sulmaihati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait