Tekstil jadi Andalan Pemerintah Tekan Defisit Dagang dengan Argentina

Argentina merupakan salah satu pintu masuk produk Indonesia ke pasar Amerika Latin.
Image title
9 Mei 2019, 12:50
Pelabuhan ekspor
Arief Kamaludin | Katadata

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menerima kedatangan Wakil Presiden Argentina Gabriela Michetti di kantornya. Dalam pertemuan, kedua pihak membahas sejumlah hal terkait upaya peningkatan kerja sama ekonomi, antara lain kerja sama di bidang perdagangan, investasi, dan pertanian.

Darmin mengatakan, Indonesia tengah menjajaki kerja sama dengan Asosiasi Perdagangan Negara-negara Amerika Selatan (Mercosur). "Berdasarkan hasil studi, Mercosur itu menguntungkan kalau kerja sama dengan mereka," kata dia di kantornya, Rabu (8/5) malam.

Argentina merupakan mitra penting bagi Indonesia, salah satunya sebagai pintu masuk produk Indonesia ke pasar Amerika Latin. Di antara produk yang akan didorong ekspornya ke Argentina adalah tekstil dan buah tropis. Di luar itu, Indonesia juga mengekspor mesin dan peralatan listrik ke Argentina.

Selain itu, Indonesia juga akan mendorong ekspor guna menekan defisit neraca dagang antara Indonesia-Argentina yang tahun lalu mencapai US$ 1,2 miliar. Defisit tersebut disebabkan hambatan perdagangan tarif dan non-tarif, isu dumping, konektivitas dan kendala bahasa.

Advertisement

(Baca: Pemerintah Pertimbangkan Tawaran Impor Sapi Argentina)

Selama ini, Argentina merupakan negara tujuan ekspor terbesar kedua bagi Indonesia di kawasan Amerika Selatan. Total perdagangan kedua negara pada 2018 sebesar US$ 1,68 miliar atau meningkat 17,96% dibandingkan 2017. Sedangkan Foreign Direct Investment (FDI) Argentina di Indonesia sebesar US$ 14o ribu.

Tiga produk ekspor utama Indonesia ke Argentina tahun lalu, yaitu alas kaki dan produk alas kaki (US$ 71,47 juta), karet dan produk karet (US$ 46,79 juta), serta mesin dan peralatan listrik (US$ 46,3 juta). Sementara, tiga produk utama yang diimpor Indonesia dari Argentina yakni bungkil dari minyak kedelai (US$ 934,98 juta), sereal (US$ 220 juta), serta katun (US$ 51,2 juta).

Kemudian, Indonesia menawarkan pesawat terbang jenis CN 212 dan N 219 produksi PT Dirgantara Indonesia. Pesawat tersebut akan difungsikan sebagai possible replacement dari berbagai pesawat di kelas sama yang saat ini dioperasikan di Argentina.

Dalam kunjungannya kemarin, delegasi Argentina juga berkomitmen untuk meningkatkan investasinya pada mesin dan pertanian. "Mereka tertarik investasi di bidang itu karena punya produk lumayan soal mesin pertanian," ujarnya.

(Baca: Indonesia Incar Ekspor Buah Tropis ke Argentina )

Reporter: Rizky Alika
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait