Produksi Batik dan Tenun Serap Lebih dari 70 Ribu Tenaga Kerja

Hampir setiap provinsi di Indonesia memiliki sentra produksi tenun.
Michael Reily
20 Maret 2019, 18:03
Trade Expo Indonesia 2018
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Seorang wanita sedang membentang kain batik dalam acara Trade Expo Indonesia 2018. TEI merupakan ajang promosi tahunan berskala internasional yang menampilkan produk dan jasa Indonesia berorientasi pasar ekspor.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto hari ini membuka pameran Adiwastra Nusantara di Jakarta Convention Center (JCC). Pameran ini menampilkan aneka kain tradisional, termasuk batik dan tenun dari seluruh Nusantara.

Airlangga menjelaskan, batik dan tenun ikat sudah menjadi alternatif untuk pakaian resmi. "Batik saja lebih cocok untuk daerah iklim panas daripada jas yang tidak simpel," kata Airlangga dalam sambutannya, Rabu (20/3).

Kementerian Perindustrian mencatat, sentra industri batik di Jawa mencapai 101 unit. Di dalamnya ada 3.782 unit usaha yang menyerap tenaga kerja hingga 15.055 orang.

Sementara tenun diproduksi di 368 sentra dengan 14.618 unit usaha dan mempekerjakan 57.972 orang. Dia menyebutkan, hampir seluruh provinsi di Indonesia memiliki warisan nusantara berupa tenun, baik yang dibuat dengan alat tenun gedogan maupun Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Advertisement

(Baca: Ekspor Batik Indonesia Capai Rp 747 Miliar Sepanjang 2018)

Airlangga menyatakan, industri batik dan tenun mendapat perlindungan dari pemerintah. Kedua industri masuk ke dalam Daftar Negatif Investasi (DNI) yang diatur Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016.

Sementara, Kementerian Perindustrian juga menggenjot investasi di lima sektor prioritas dalam Making Indonesia 4.0, Kelima sektor industry tersebut adalah makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, serta elektronika.

Selain itu, adanya perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok juga dapat membuka peluang masuknya investasi manufaktur di Indonesia. “Beberapa industri tekstil, pakaian dan alas kaki sedang mempertimbangkan pemindahan pabrik dari Tiongkok ke Indonesia,” kata Airlangga.

(Baca: Dukung Pemulihan Bencana, Didiet Maulana Pamerkan Tenun Donggala)

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait