East Ventures Danai Startup Besutan Andien dan Bams, The Fit Company

The Fit Company punya lima lini bisnis yakni Kredoaum (fitness tech distributor), 20Fit (micro gym) Fitstop (gym), serta Fit Lokal dan Fitmee (kuliner).
Desy Setyowati
30 Januari 2019, 11:02
The Fit Company
ANTARA/Nanien Yuniar
Ki-ka: Jeff Budiman, CEO The Fit Company, Willson Cuaca Managing Partner East Ventures, Bambang Bukit Co-founder The Fit Company dan Andien Aisyah Co-founder 20Fit di konferensi pers pendanaan tahap awal dari East Ventures untuk The Fit Company, Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Perusahaan di bidang gaya hidup aktif dan sehat The Fit Company mendapat pendanaan tahap awal (seed) dari East Ventures. Tambahan modal ini akan dipakai untuk membangun ekosistem yang fokus di bidang kesehatan (wellness ecosystem).

The Fit Company memiliki lima lini bisnis yakni Kredoaum (fitness tech distributor); 20Fit (micro gym); Fitstop (gym); Fit Lokal atau makanan sehat; dan, Fitmee atau mie instan yang terbuat dari konyaku jelly. 

CEO The Fit Company Jeff Budiman ingin menggabungkan semua lini bisnis tersebut  ke dalam satu ekosistem utuh. "Setelah sekian lama berinovasi produk dan bisnis, kami sadar telah memiliki hampir seluruh aspek yang membentuk Wellness Economy," ujarnya dalam siaran pers, Selasa (29/1).

The Fit Company memanfaatkan teknologi untuk menghubungkan pengguna ke setiap elemen gaya hidup sehat. Perusahaan ini memberi panduan dan memenuhi kebutuhan mereka akan gaya hidup sehat. "Kami benar-benar bersemangat dengan dukungan dari East Ventures," ujarnya.

(Baca: Sri Mulyani Siapkan Dana Abadi untuk Industri Kreatif di 2020)

Managing Partner East Ventures Willson Cuaca mengatakan, pasar Indonesia memiliki potensi karena banyaknya populasi konsumen muda. Hampir 60% masyarakat Indonesia berusia di bawah 30 tahun dan pengeluaran mereka untuk kebutuhan sekunder terus meningkat. 

"Perilaku konsumsi baru ini menghadirkan peluang yang besar untuk membangun ekosistem baru, terutama di kategori kesehatan dan wellness,” kata dia.

Ia melihat,  pembangunan infrastruktur di Indonesia untuk layanan on-demand dan online-to-offline (O2O) cukup kuat. Menurut dia, hal tersebut bisa meningkatkan pertumbuhan di kategori ini dengan menawarkan produk dan layanan yang holistik, seperti aktivitas latihan, produk FMCG, perangkat kesehatan, dan makanan siap saji, dalam satu platform.

(Baca: Penyedia Sistem Kasir Berbasis Cloud, Moka Kantongi Rp 355 Miliar)

Adapun The Fit Company didirikan pada 2014 oleh Jeff Budiman, Prianka Bukit, dan Bambang Bukit (Bams, eks Samsons). Sementara penyanyi jazz Andien Aisyah terlibat sebagai Co-Founder 20Fit. Hingga hari ini, 20Fit telah memiliki 16 studio yang tersebar di berbagai area di Jabodetabek. 

Pada 2017, para founder melihat adanya tantangan lebih besar dalam gaya hidup sehat, yakni pola makan. Dari situlah, ide mendirikan Fit Lokal muncul dengan mendirikan restoran penyedia makanan sehat dan rendah kalori bagi masyarakat. 

Sebagai negara kedua terbesar penikmat mie instan menurut WINA , Indonesia masih minim akan pilihan mie instan yang sehat dan rendah kalori. Untuk itulah, The Fit Company menghadirkan Fitmee, mie rendah kalori yang terbuat dari konyaku jelly.

(Baca: Air Asia dan Sinar Mas Investasi ke Platform Chat Bisnis Thailand)

Saat ini Fit Lokal memiliki 3 cabang restoran dalam waktu satu tahun beroperasi. Sementara untuk Fitmee, pertumbuhan penjualan mereka per bulan, baik online maupun offline mencapai 20%.

Pada 2018, The Fit Company mulai mengembangkan sayapnya ke gym konvensional dengan membuka Fitstop sebagai opsi bagi mereka yang menyukai gym konvensional. Saat ini Fitstop hadir perdana di Menara BTPN Kuningan.

Reporter: Desy Setyowati
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait