Jadi Tersangka, Bupati Mesuji Diduga Terima Suap Rp 1,28 Miliar

Bupati Mesuji Khamami dan empat orang lainnya ditetapkan sebagai tersangka setelah operasi tangkap tangan (OTT) di Lampung, Rabu (23/1).
Dimas Jarot Bayu
24 Januari 2019, 22:14
KPK
Arief Kamaludin|KATADATA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Kabupaten Mesuji, Khamami sebagai tersangka. Dia diduga menerima suap sebesar Rp 1,28 miliar terkait pekerjaan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mesuji Tahun Anggaran 2018.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan mengatakan, Khamami diduga menerima suap dari  pemilik PT Jasa Promix Nusantara (PT JPN) dan PT Secilia Putri (PT SP), Sibron Azis. Suap tersebut merupakan fee dari empat proyek yang tengah dibangun PT JPN dan PT SP di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mesuji.

Rinciannya, proyek pengadaan base dengan nilai kontrak sekitar Rp 9,2 miliar yang dikerjakan PT JPN. Proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018. Selain itu, ada proyek pengadaan bahan material ruas Brabasan-Mekarsari sebesar Rp 3,75 miliar yang dikerjakan PT JPN. Proyek tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2018.

(Baca: Diperiksa KPK, Menpora Jelaskan Mekanisme Pengajuan Proposal Hibah )

Advertisement

Lalu, pengadaan base Labuhan Mulya-Labuhan Baru-Labuhan Batin sebesar Rp 1,48 miliar dan pengadaan bahan material penambahan kanan-kiri Segitiga Emas-Muara Tenang senilai Rp 1,23 miliar. Kedua proyek tersebut dikerjakan PT SP dengan bersumber dari APBD-P 2018.

"Diduga uang tersebut merupakan bagian dari permintaan fee proyek sebesar 12 persen dari total nilai proyek," kata Basaria di kantornya, Jakarta, Kamis (24/1).

Menurut Basaria, suap tersebut dimintakan Khamami melalui Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Mesuji Wawan Suhendra. Suap tersebut diduga dimintakan sebelum proses lelang berlangsung. Adapun, pemberian fee ini diduga bukan yang pertama. KPK mencatat telah ada pemberian lainnya sebesar Rp 200 juta pada 28 Mei 2018 setelah tanda tangan kontrak. 

KPK juga menduga adanya pemberian sebesar Rp 100 juta pada 6 Agustus 2018. "Diduga fee proyek diserahkan kepada TH (adik Khamami, Taufik Hidayat) dan digunakan untuk kepentingan Bupati," kata Basaria.

Khamami, Wawan, dan Taufik yang diduga sebagai penerima disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

(Baca: ICW: Program Pemberantasan Korupsi Jokowi dan Prabowo Tak Membuat Jera)

Sibron bersama seorang swasta bernama Kardinal yang diduga sebagai pemberi disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Kronologi OTT.

Penetapan Khamami dan empat tersangka lainnya dilakukan setelah operasi tangkap tangan (OTT) di Mesuji, Bandar Lampung, dan Lampung Tengah pada Rabu (23/1) sore hingga Kamis (24/1) pagi. Awalnya, KPK mengamankan Taufik di Lampung Tengah dan mengamankan uang sebesar Rp 1,28 miliar.

Uang tersebut terdiri dari pecahan Rp 100 ribu yang dimasukkan ke dalam kardus air mineral. Tim juga mengamankan dua orang lainnya di lokasi yang sama, yaitu rekan Taufik berinisial MD dan supir Khamami.

Sebelumnya, MD dan Kardinal membawa uang Sibron dari Bandar Lampung ke tempat Taufik di Lampung Tengah. "Uang dititipkan di toko ban menunggu TH (Taufik Hidayat datang ke toko ban, dan kemudian uang dipindahkan ke bagasi mobil merah," kata Basaria.

(Baca: Kasus Meikarta, KPK Panggil 5 Anggota DPRD Kabupaten Bekasi)

Pada Rabu pukul 15.30 WIB, tim KPK bergerak ke Jalan Bandar Jaya, Lampung Tengah dan mengamankan Kardinal. Dia diduga sebagai pihak perantara dari Sibron.

Pukul 15.50, tim KPK lainnya bergerak ke kantor milik Sibron di Jalan Harus II, Tanjung Karang Timur dan mengamankannya bersama dua orang staf keuangan. Pada Kamis (24/1) pukul 01.00, tim KPK menuju ke Rumah Dinas Bupati dan mengamankan Khamami.

Pukul 06.00 WIB, tim KPK mengamankan Wawan di Kantor Dinas PUPR Kabupaten Mesuji. Mereka kemudian dibawa ke Polres Lampung Tengah Polres Mesuji, dan Polda Lampung untuk menjalani pemeriksaan awal. "Hari ini semuanya diterbangkan ke Jakarta dan tiba dalam dua waktu kedatangan, sekitar pukul 09.00 WIB dan pukul 15.50 WIB di Gedung KPK untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Basaria.

Reporter: Dimas Jarot Bayu
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait