Pemerintah Optimistis Selesaikan Perbaikan 5 Ribu Pasar dalam Nawacita

Saat ini, jumlah pasar tradisional yang telah dibangun mencapai 4.211 unit dari target 5 ribu unit selama lima tahun pemerintahan Presiden Jokowi.
Michael Reily
11 Januari 2019, 09:16
Pasar Tradisional
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Seorang pengunjung melintas di depan penjual buah , pasar Benhil, Jakarta Pusat (18/12). Jelang Perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 mendatang, persediaan sayur mayur hingga buah untuk di Jabodetabek normal.\

Pemerintah optimistis menyelesaikan target revitalisasi atau pembangunan kembali 5 ribu pasar selama 5 tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Berdasarkan catatan Kementerian Perdagangan, hingga akhir 2018, pembangunan pasar telah mencapai 4.211 unit.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, ada 1.037 pasar yang akan dibangun pada tahun 2019, sehingga total pasar yang dibangun mencapai 5.248 unit. "Realisasi tahun ini, kami akan melampaui target 5 ribu pasar," kata Enggar di Jakarta, Kamis (10/1).

(Baca: Langkah Jakarta untuk Memoles Pasar Kumuh Menjadi Mewah)

Ia merinci, pada 2015 sebanyak 1.023 unit pasar telah dibangun, tahun 2016 hanya 793 unit, tahun 2017 naik menjadi 851 unit. Program revitalisasi pasar mencapai puncaknya pada 2018 dengan capaian 1.544 unit. Dalam pembangunan, Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kementerian Pembangunan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Advertisement

Pembangunan 5.000 pasar tradisional adalah bagian dari Nawacita. Kegiatan ini mencakup revitalisasi pasar lama yang rusak, hingga pembangunan kembali pasar yang tertimpa musibah seperti kebakaran atau banjir.

Tahun lalu, Jokowi meminta supaya Kementerian Perdagangan fokus mengurusi tata niaga. Sedangkan pembangunan fisik pasar diserahkan menjadi tugas Kementerian PUPR.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait