Meleset dari Target, Serapan Beras Bulog dari Petani Cuma 1,5 Juta Ton

Bulog mengklaim kegagalannya mencapai target serapan beras petani adalah karena impor yang cukup tinggi.
Michael Reily
20 Desember 2018, 08:35
Gula
ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Para pekerja menata gula hasil penyerapan di Gudang Bulog Divre Jatim, Sidoarjo, Jawa Timur, 20 April 2017.

Penyerapan beras dalam negeri Perum Bulog baru mencapai angka 1,48 juta ton sampai tanggal 15 Desember 2018. Bulog hanya berhasil mencapai 54,5% dari target penyerapan beras yang oleh pemerintah tahun ini ditetapkan sebanyak 2,72 juta ton.

Direktur Pengadaan Bulog Bachtiar beralasan, tak tercapainya target karena stok Bulog sudah cukup besar setelah adanya impor beras 1,8 juta ton. "Kami menyerap tidak harus berdasarkan target lagi," kata Bachtiar kepada Katadata.co.id, Rabu (19/12) malam.

Sementara, tahun lalu pun Bulog tak mencapai target dengan hanya menyerap 2,16 juta ton beras petani. Padahal, target penyerapan Bulog tahun lalu sebesar 3,7 juta ton, dan pemerintah tidak menugaskan untuk impor beras.

Bachtiar menjelaskan, stok Bulog sudah berada pada kisaran 2,3 juta ton. "Cadangan Beras Pemerintah yang kami punya sudah memenuhi syarat yang batasnya 1 juta ton sampai 1,5 juta ton," ujarnya.

Advertisement

(Baca: Bulog Sebut Stok dan Harga Pangan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru)

Berdasarkan data Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian, pengadaan beras petani tak lebih dari 1.000 ton per hari sejak bulan November. Bahkan, penyerapan beras Bulog tidak menembus 500 ton per hari untuk bulan Desember.

Penyerapan beras Bulog paling banyak berasal dari Jawa Timur dengan realisasi 381,5 ribu ton. Kemudian Sulawesi Selatan 249,4 ribu ton, Jawa Barat 243,8 ribu ton, serta Jawa Tengah 220,1 ribu ton.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution sebelumnya menyatakan bahwa Bulog harus menjaga pasokan dalam level 3 juta ton pada tahun 2019. Sehingga, penyerapan beras petani bakal lebih dari satu juga ton. "Mereka sudah memastikan bisa menjaga stok dalam batas aman," kata Darmin.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait