Chillibags Siap Perkenalkan Cita Rasa Sambal Nusantara ke Dunia

Chillibags mengembangkan usaha dari hulu ke hilir, dari perkebunan cabai hingga pengalengan sambal di Bogor.
Michael Reily
22 April 2018, 07:00
Chillibags
Instagram/@chillibagsambalindonesia
Aneka sambal Chillibags.

Ada berapa jenis sambal yang Anda kenal? Chillibags menjual 34 varian rasa sambal dari 17 provinsi di Indonesia. Kini, Chillibags siap memperkenalkan aneka rasa sambal Nusantara itu ke mancanegara.

Chillibags adalah startup kuliner yang dibangun Yennie Tandaputra di Bogor, Jawa Barat. Ia menawarkan aneka sambal bercita rasa khas dalam kemasan kaleng yang praktis.

“Kami menjual produk cabai olahan dan bumbu berupa sambal khas dari berbagai daerah,” kata perempuan yang memilih disapa Putra itu di Jakarta, Jumat (20/4).

Chillibags juga berpromosi di media sosial, dan melayani penjualan secara online dengan harga Rp 175 ribu per 3 pieces, lalu mengirimnya ke berbagai daerah dengan perantara jasa kurir. Dengan begitu, Anda tak perlu pergi ke Sumatera Utara untuk menikmati sambal andaliman atau ke Ambon untuk mencocol sambal roa.

(Baca juga: Berkah Go-Food bagi Pisang Goreng Bu Nanik)

Memulai usaha sejak 2013, produksi Chillibags kini mencapai 30 ribu pieces per bulan. Dari hanya menjual sambal, kini Chillibags juga menyediakan bumbu nasi goreng, keripik teri, hingga kuah asinan.

Aneka produk itu tak hanya diminati konsumen rumah tangga, tetapi juga industri. “Sekitar 50% pesanan kami dari hotel dan restoran,” kata Putra.

Ia kini berencana mengekspor produknya. Tak hanya mengejar keuntungan, Putra juga ingin warisan kuliner Nusantara lebih mendunia. Peluang itu terbuka setelah Chillibags menempati posisi ketiga dalam program Food Startup Indonesia (FSI) 2017 yang digelar oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

“Saya dapat kesempatan yang baik untuk mengembangkan jaringan pemasaran, kami juga jadi lebih dikenal investor,” kata Putra.

Bekraf juga akan membawa Chillibags untuk ikut serta dalam pameran Food Hotel Asia 2018 di Singapura yang diselenggerakan pada 24 hingga 27 April 2018. Bersama dengan dua pemenang FSI lain, Ladang Lima dari Surabaya dan Matchamu dari Jogjakarta, serta Food Lab Indonesia yang membawa aneka soto, dan kopi dari Warunk Upnormal, Putra siap membawa sambal go international.

(Baca juga: Lewat Internet, Eatlah Populerkan Aneka Menu Bersaus Telur Asin)

Ia optimistis pengenalan ‘sambal’ akan lebih mudah karena kata itu sudah masuk Oxford Dictionary. “Saya ingin Chilibags bisa menjadi Tabasco-nya Indonesia,” kata Putra bersemangat.

Toh berbisnis sambal bukan tanpa kendala. Tantangan terbesarnya, menurut Putra, adalah bagaimana menjaga kepercayaan konsumen melalui jaminan kualitas dan harga produknya.

Maka, sejak 2 tahun lalu, Chillibags membuka dua perkebunan cabai yang masing-masing luasnya 3 hektare dan 6 hektare di Jawa Barat. “Salah satu yang menjadi kendala produksi sambal olahan adalah fluktuasi harga cabai rawit,” ujar Putra.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
Video Pilihan

Artikel Terkait