Wacana Tambahan Libur Lebaran Juga Berlaku bagi Pegawai Swasta

Akan ada surat keputusan tiga menteri untuk mengatur mekanisme tambahan libur lebaran.
Ameidyo Daud Nasution
9 April 2018, 16:19
Geliat Mudik
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Antrean kendaraan mengular menjelang Gerbang Tol Kaligangsa yang mengarah ke Jalan Tol Fungsional Brebes-Batang di Brebes, Jawa Tengah, Rabu (21/6).

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyatakan, usulan tambahan libur lebaran pada Senin – Selasa, tanggal 11- 12 Juni 2018 mendatang bukan hanya berlaku untuk Pegawai Negeri Sipil (PNS) namun untuk semua pegawai, termasuk swasta.

"Ini sedang kami rapatkan, tapi (liburnya) untuk semua, nasional," kata Hanif ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (9/4).

Hanif mengatakan, nantinya keputusan libur ini alan disampaikan dalam Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri. Ketiganya yakni Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pemberdayaan Apratur Negara Reformasi Birokrasi Asman Abnur, serta Menteri Agama Lukman Halim Syaifuddin.

Dengan tambahan libur dua hari maka dirinya berharap Kementerian Perhubungan dan Polri dapat melakukan rekayasa perjalanan mudik lebih baik, sehingga kemacetan panjang dapat dihindari. "Ini kan ada surat terkait rekayasa lalu lintas jalan," ujar dia.

Advertisement

(Baca: Jasa Marga Gratiskan Tiga Ruas Tol Trans Jawa untuk Mudik Lebaran)

Libur lebaran diperkirakan akan jatuh pada Jumat-Sabtu, tanggal 15 hingga 16 Juni. Sedangkan cuti bersama yang akan ditetapkan yakni tanggal Rabu-kamis 13 dan 14 Juni. Maka, dengan tambahan dua hari, masyarakat dapat menikmati libur lebaran sepekan penuh sebelum hari raya.

Sebelumnya, wacana penambahan libur lebaran juga disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Budi menjelaskan, ide penambahan hari libur merupakan masukan dari Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik.

Budi mengatakan ide ini akan dibahas pada rapat di tingkat Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman terlebih dahulu sebelum diputuskan. "Karena dengan dua hari terjepit ini (pekerja) malah akan bolos dan manajemen lalu lintas dengan dua hari libur agak sulit," kata Budi pekan lalu.

(Baca: Kemendag Tetapkan Harga Patokan Ayam dan Telur di Tingkat Produsen)

Budi menjelaskan Kementerian Perhubungan juga telah menetapkan tanggal 28, 29, serta 30 Mei melarang kendaraan angkutan barang untuk melintasi di ruas mudik. Ini lantaran adanya motor serta mobil yang akan melintasi jalur-jalur tersebut. Apalagi menurutnya pertumbuhan mobil dan motor pada mudik tahun ini bisa mencapai 30%. "Kami juga mengusulkan mudik gratis baik itu dilakukan mobil, kereta api, serta kapal," ujarnya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait