KKP Bangun Dua Proyek Senilai Rp 28,96 Miliar di Pangandaran

“Bukan karena itu daerah Ibu Menteri,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
12 Desember 2017, 15:06
Tangkapan Ikan Menurun Drastis
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Nelayan tradisional menarik jaring menggunakan jaring \"ered\" di Pantai Timur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Selasa (14/3). Cuaca tidak menentu disertai angin kencang dan hujan deras menyebabkan hasil tangkapan ikan menurun, dari biasanya mendap

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan membangun pabrik pakan ikan senilai Rp 14,8 miliar di Pangandaran, Jawa Barat. Selain itu, KKP juga akan membangun 1 paket embung senilai Rp 14,16 miliar di daerah yang sama tahun depan.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Slamet Soebjakto menyatakan, kedua proyek itu akan dibiayai dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018. "Pangandaran punya potensi untuk air payau dan air tawar," kata Slamet usai sosialisasi kegiatan 2018 di Kantor KKP, Selasa (12/12).

Di dalam pabrik yang akan didirikan itu, KKP akan membeli 1 unit mesin pakan ikan seharga Rp 8,3 miliar dengan kapasitas hingga 1 ton per jam dengan mekanisme lelang. Pembangunan pabrik pakan berukuran sekitar 1.000 meter persegi juga akan menelan biaya pengawasan sebesar Rp 375 juta.

(Baca juga: Kawasan Natuna Akhirnya Nikmati BBM Satu Harga)

Slamet membantah proyek ini dibuat semata untuk menyenangkan  Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memang lahir dan tumbuh di Pangandaran. “Bukan karena itu daerah ibu menteri,” ujarnya.

Ia mengklaim, Pangandaran memiliki potensi bahan baku yang mencukupi untuk mendukung produksi pakan ikan. Selain itu, banyak sumber daya manusia yang bisa diserap sebagai tenaga kerja pada budidaya perikanan.

Pagu Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP pada tahun anggaran 2018 senilai Rp 944,85 miliar. Rinciannya adalah Rp 251,6 miliar untuk perbenihan, Rp 146,7 miliar untuk kawasan kesehatan ikan, Rp 168,7 miliar untuk produksi dan usaha, Rp 82,9 miliar untuk pakan dan obat ikan, dan Rp 294,7 miliar untuk operasional perkantoran dan dukungan manajemen.

Target 2018, hasil produksi perikanan dan kelautan yang terdiri dari ikan dan rumput laut mencapai 24,08 juta ton. Produk perikanan sebanyak 7,91 juta ton dan rumput laut mencapai 16,17 juta ton.

(Baca juga: Indonesia dan Timor Leste Kerja Sama Tangkap Kapal Ilegal Tiongkok)

Slamet mengungkapkan, target 2017 adalah sebanyak 7 juta ton produk perikanan dan rumput laut 12 juta ton. Ia optimis bisa mencapai target karena produksi cukup baik meski cuaca ekstrem terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

"Prediksi saya tidak mengganggu produksi karena wilayah bagian timur tidak terlalu banyak hujan, sehingga cuaca cukup seimbang," ujar Slamet.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait