Indonesia Bidik Ekspor 150 Ribu Ton Beras ke Malaysia Tahun Depan

Presiden Joko Widodo telah meminta kuota impor beras dari Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.
Michael Reily
23 November 2017, 19:46
Beras
Arief Kamaludin|KATADATA
Pedagang beras melakukan pengepakan beras di Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, Presiden Joko Widodo telah secara langsung meminta kuota impor beras dari Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. "Presiden meminta jatah kuota untuk ekspor beras," kata dia kepada wartawan di Auditorium Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (23/11).

Enggar menyatakan, beras yang akan diekspor kemungkinan adalah beras dengan jenis premium. "Harga beras juga akan berdasarkan permintaan mereka," ujarnya.

Ia mengungkapkan, Indonesia sudah mengekspor 25 ribu ton beras ke Malaysia pada bulan lalu. Peningkatan volume ekspor beras pada tahun depan diharapkan bakal mempererat hubungan perdagangan kedua negara.

(Baca juga: Kemendag Minta BI dan BPS Satukan Data Harga Pangan)

Enggar juga mengaku telah berbicara dengan Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengenai rencana ekspor ke beras ke Malaysia. "Proyeksinya tahun depan akan oversupply," tuturnya.

Menurut Pusat Data dan Informasi Kementerian Pertanian, target produksi gabah 2017 sebesar 81 juta ton atau setara 44 juta ton beras. Sementara kebutuhan di dalam negeri dipredikasi hanya mencapai 33 juta ton.

Sebelumnya, perniagaan di perbatasan yang merupakan salah satu masalah yang dibahas dalam pertemuan antara Jokowi dan Najib di Kuching, Serawak, Malaysia pada Rabu (22/11) kemarin. Pemerintah berharap rancangan Border Crossing Agreement segera ditandatangani, demikian juga dengan Border Trade Agreement.

(Baca juga:  Bulog Antisipasi Kelangkaan Beras Medium Jelang Natal)

Kedua negara juga menekankan penguatan kemitraan untuk kelapa sawit melalui pembentukan Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC). Indonesia juga telah menjadi tuan rumah pertemuan menteri dengan mengundang negara penghasil kelapa sawit.

 

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait