Produsen Bumbu Masak Sasa Bakal Bangun Pabrik di Arab Saudi

Sasa telah lulus uji kelayakan pangan dari otoritas setempat.
Michael Reily
10 November 2017, 11:35
raja salman
ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah siswa Sekolah Dasar (SD) memegang bendera untuk menyambut kedatangan Raja Salman di sekitar Istana Bogor, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/3). Warga Bogor antusias menyambut kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud dalam kunjungann

PT Sasa Inti bekerja sama dengan Sami Alkhatiri Est bakal mendirikan pabrik bumbu masak dan bahan makanan asal Indonesia di Arab Saudi. Pembangunan pabrik dilakukan untuk memenuhi permintaan konsumen di wilayah Timur Tengah.

Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Gunawan menyatakan potensi pasar makanan dan minuman sangat besar di Arab Saudi. "Setelah lulus dari serangkaian pengujian yang dilakukan Saudi Food dan Drug Authority (SDFA), PT Sasa Inti siap membangun pabrik," kata Gunawan dalam keterangan resmi dari Jeddah, Jumat (10/11).

(Baca juga: Jokowi Tagih Realisasi Kerja Sama Rp 26 Triliun dari Qatar dan Arab)

Menurutnya, masyarakat Arab Saudi sudah mengenal Indonesia dengan kedekatan dan nilai sejarah yang sudah terbentuk menjadi peluang pemasaran produk. Selain itu, banyaknya jemaah haji dan umrah yang setiap tahun datang ke Arab juga merupakan potensi pasar tersendiri.

Grafik: 10 Negara dengan Jemaah Umrah Terbesar Menurut Kementerian Agama dan Umrah Arab Saudi 2016
10 Negara dengan Jemaah Umrah Terbesar Menurut Kementerian Agama dan Umrah Arab Saudi 2016

Sebelumnya, Sasa telah melakukan promosi bersama Tim Ekonomi dan Perdagangan pada 2 hingga 4 November 2017 di Wisma Jeddah, Arab Saudi. Tujuannya untuk mengedukasi dan menyebarkan informasi mengenai produk dari Sasa berupa spesifikasi dan manfaat untuk kebutuhan pokok sehari-hari.

"Ini merupakan peluang positif untuk terus berinovasi dan mempromosikan produk Indonesia di pasar Arab Saudi," kata Gunawan.

Salah satu kegiatan promosinya adalah pertemuan 80 pengusaha Indonesia yang ada di Jeddah yang terdiri dari pembeli, katering haji dan umrah, juru masak, pemilik restoran, pemilik grosir, pengelola toko, serta asosiasi pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin).

(Baca juga:  BPS: 84,85% jemaah Puas dengan Penyelenggaraan Haji 2017)

Konsul Jenderal RI di Jeddah, Hery Saripudin menyampaikan, warga Indonesia yang tinggal di Arab Saudi adalah duta promosi sekaligus pasar bagi produk nasional. "Kunci sukses promosi ini dengan melakukan pendekatan yang lebih intens dan efektif kepada Warga Negara Indonesia dan juga para diaspora Indonesia yang bekerja di Arab Saudi," kata Hery.

Berdasarkan survei Tim Ekonomi dan Perdagangan Konsulat Jenderal RI (KJRI) Jeddah pada 2016, tercatat 94 toko dan 22 restoran yang dimiliki oleh orang Indonesia. Selain itu, jumlah jemaah haji pada 2017 sebanyak 221 ribu orang. Bahkan, jumlah jemaah umrah telah mencapai 1,2 juta orang setiap tahunnya.

Makanan dan minuman merupakan salah satu dari 10 komoditas potensial yang masuk ke pasar Arab Saudi. Komoditas potensial lainnya adalah ikan dan turunannya, dekorasi rumah dan meterial bangunan, otomotif, sawit, karet dan produk olahan karet, kayu lapis, bubur kertas dan kertas, tekstil dan produk tekstil, serta furnitur.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait