Jokowi Ungkapkan Alasannya Kebut Pembagian Sertifikat Tanah

Selain sering bagi-bagi sertifikat tanah, pemerintah juga menjalankan program perhutanan sosial dengan misi pemerataan.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
25 Oktober 2017, 17:32
Seritikat Tanah
ANTARA FOTO/Adeng Bustomi
Warga menunjukkan sertifikat tanah yang baru diserahkan oleh Presiden Joko Widodo di Balai Kota Tasikmalaya, Jumat (9/6). ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan alasan utamanya membagikan sertifikat lahan. Dirinya menyatakan bahwa urusan lahan dan tanah merupakan hidup mati bagi masyarakat.

Hal ini dikatakan dirinya dalam pembukaan Konferensi Tenurial Reformasi Penguasaan Tanah dan Pengelolaan Hutan Indonesia 2017. Dia menjelaskan kebijakan ini merupakan fokus Pemerintah pada tahun 2017 dan disasar untuk pemerataan ekonomi.

Jokowi menyatakan, banyak sengketa di tengah masyarakat jika masalah tanah tak diselesaikan. "Oleh karena itu Pemerintah menargetkan 12,7 hektare lahan hutan sosial untuk masyarakat dan prioritasnya untuk yang marjinal dan non elit," ujar Jokowi di Istana Negara, Rabu (25/10).

Dalam konferensi ini Jokowi juga secara simbolik menyerahkan hak pengelolaan hutan desa kepada lembaga pengelola hutan desa dengan luasan 80.228 hektare. Selain itu dirinya juga menegaskan 9 kelompok masyarakat hukum adat dengan area 3.341 hektare."Ini bukan angka yang kecil dan akan kami teruskan," ujarnya.

Dia juga menambahkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tahun ini ditugaskan menyerahkan 5 juta aertifikat lahan pada tahun ini. Sedangkan pada tahun depan BPN juga ditargetkan untuk menyerahkan sertifikat lahan sebanyak 7 juta serta 9 juta pada tahun 2019. "Biasanya setiap tahun hanya 400 hingga 500 ribu sertifikat," kata Jokowi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menjelaskan, hingga saat ini 1,08 juta hektare hutan sosial telah dibagikan kepada masyarakat. Namun dirinya hanya menargetkan baru 4,3 juta hektare lahan hutan sosial dari total 12,7 hektare yang akan terbagi ke masyarakat.

"Sedangkan untuk target reforma agraria 4,1 juta hektare dari kawasan hutan sudah ada 750 ribu hektare pelepasan pada bulan Juli 2017," katanya.

Sedangkan Kepala BPN Sofyan Djalil kemarin mengatakan dari target pemberian sertifikat lahan kepada masyarakat sebesar 5 juta tahun ini telah ada 1,7 juta sertifikat diberikan, "Kalau bisa kami serahkan 95% (dari target) itu bagus sekali," ujarnya.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait