Tak Singgung Reklamasi, Pertemuan Jokowi - Anies Bahas MRT dan LRT

Ada enam proyek infrastruktur yang dibahas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dengan Presiden Joko Widodo. Reklamasi tak termasuk.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
25 Oktober 2017, 14:55
Anies Baswedan
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berpidato politik menyebutkan istilah pribumidi Balaikota DKI Jakarta, Senin (16/10).

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno hari ini bertemu Presiden Jokowi Widodo (Jokowi). Ada enam hal yang dibahas dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta tersebut.

Anies menjelaskan, topik pertama adalah penyelenggaraan Asian Games tahun 2018 mendatang. "Lalu kedua soal Mass Rapid Transit (MRT) bagaimana agar bisa selesai tepat waktu," katanya usai pertamuan, Rabu (25/10).

Topik ketiga yang dibahas soal pembangunan Light Rail Transit (LRT) yang menghubungkan beberapa titik di Jakarta. Sedangkan keempat adalah mengenai pembenahan trotoar yang ada di Jakarta. Perbaikan ini erat kaitannya dengan penyelenggaraan helatan Asian Games tahun depan.

"Agar yang datang ke Jakarta mendapat pengalaman baik, termasuk dalam penataan trotoar," ujarnya.  (Baca: Soal Reklamasi, Prabowo Ingatkan Anies-Sandi Akomodasi Pengusaha)

Topik kelima yang dibahas adalah penanggulangan banjir Jakarta termasuk kelanjutan proyek sodetan Ciliwung. Sedangkan topik terakhir adalah pembenahan pemukiman kumuh.

Anies menjelaskan, Jokowi mengetahui betul soal kampung ini. Sebab, saat Jokowi menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, tercatat ada 220 Rukun Warga (RW) di Ibu kota yang masih kumuh.

"Kami juga akan mengeluarkan pilot project (penataan kampung kumuh) tapi tidak akan kami umumkan sekarang," ujarnya.

Anies menjelaskan, pertemuan yang juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi ini tidak membahas masalah reklamasi Teluk Jakarta.

Menurut Anies, pihak Istana lebih banyak mengendalikan pembicaraan. "Kami ikut apa yang dibicarakan Presiden (saja)," ujarnya.

Sedangkan Sandiaga mengatakan dalam pertemuan tadi Jokowi juga menyebut keberhasilan negara lain dalam menata wilayahnya. Menurutnya, Jokowi secara khusus menyebut  keberhasilan Singapura dalam menata kawasan Toa Payoh dan Bishan dengan sistem klaster serta Transit Oriented Development (TOD).

"Untuk stadion tadi, Beliau sampaikan bahwa harus dibangun yang kelas dunia," kata Sandiaga. 

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait