Pemerintah Targetkan Bentuk 10 Korporasi Petani Tahun Depan

Petani diharapkan bergabung dalam koperasi yang dijalankan secara profesional seperti korporasi untuk mengolah dan menjual produknya secara mandiri.
Ameidyo Daud Nasution
24 Oktober 2017, 19:51
Petani
ANTARA FOTO/Rahmad
Petani memanen butiran padi (gabah) di Desa Kandang, Lhokseumawe, Aceh, Kamis (23/3).

Pemerintah menargetkan 10 koperasi petani akan dikorporasikan pada tahun depan. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, 10 korporasi tersebut akan berada di daerah lumbung pangan seluruh Indonesia.

Beberapa daerah yang koperasi petaninya siap dikorporasikan antara lain Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Sulawesi Selatan. Untuk Jawa, korporasinya akan berbasis pada tanaman pangan padi.

"Kalau Papua akan kami lihat perkembanangannya," kata Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (24/10).

Amran menjelaskan, dalam koperasi yang dikelola secara profesional seperti korporasi  itu nantinya petani akan mendapatkan keuntungan karena skala bisnisnya yang lebih besar dan biaya produksi yang lebih efisien. Apalagi, di koperasi tersebut akan ada benih, alat mesin pertanian, bibit, hingga pupuk. "Jadi koperasi seperti perusahaan besar atau korporasi, tapi milik petani," katanya.

Advertisement

Di kesempatan yang sama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertingga dan Transmigrasi Eko Putro Sanjoyo mengatakan model koperasi yang menjadi korporasi ini juga akan membantu peningkatan hilirisasi komoditas unggulan petani.

Dia mencontohkan, koperasi petani di Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah dapat mengolah bawang merah hasil panennya menjadi produk bawang goreng yang khas. "Lalu untuk Kabupaten Pandeglang ada jagung serta ikan kerapu, kalau Minahasa Utara ada jagung serta kelapa," katanya.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri dalam arahan kepada kepala daerah meminta agar tidak lagi menggunakan pola lama dalam menyejahterakan petani. Ia ingin pemerintah daerah menjalankan pembinaan pasca panen dan membuat pengelolaan besar di korporasi petani.

Secara khusus, Jokowi meminta korporasi tersebut masuk hingga pengemasan produk jadi petani. "Kalau pola lama yang dipakai sampai kapan pun tidak akan sejahtera," kata Jokowi.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait