Tepis Rumor Maju Pilkada Jabar, Susi: Di Bandung Tak Ada Laut

“Pekerjaan saya sebagai pembantu presiden masih harus banyak membenahi perikanan Indonesia,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
Michael Reily
20 Oktober 2017, 15:47
Susi Pudjiastuti
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Susi Pudjiastuti menyapa nelayan peserta lomba hias kapal di kawasan Pelabuhan Kali Adem, Jakarta, Minggu (7/5).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan dirinya masih akan tetap bertugas sebagai pembantu presiden dalam Kabinet Kerja. Pernyataan itu sekaligus membantah rumor yang menyebut dirinya akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat.

 “Pekerjaan saya sebagai pembantu presiden masih harus banyak membenahi perikanan Indonesia,” kata Susi kepada Katadata di rumah dinasnya, Jakarta, Jumat (20/10).

Alasan lain yang membuatnya tak tertarik menjadi Gubernur atau Wakil Gubernur Jawa Barat adalah karena kecintaannya terhadap laut. “Saya suka laut, kalau Bandung (Ibu Kota Jawa Barat) tidak ada laut,” tuturnya berseloroh.

Susi mengungkapkan, sebagai menteri, dia menghadapi banyak masalah dalam sektor kelautan dan perikanan. Sehingga dia merasa tidak mungkin meninggalkan pekerjaannya begitu saja.

Selama tiga tahun Kabinet Kerja Joko Widodo - Jusuf Kalla, Susi tidak hanya pemberantasan pencurian ikan atau Illegal Unreported and Unregulated Fishing (IUUF), kementeriannya juga fokus mengelola sumber daya ikan dan laut yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan pelaku kelautan dan perikanan.

Dalam memberantas pencurian ikan, KKP dengan dibantu berbagai aparat penegak hukum telah berhasil menegakan keamanan perairan Indonesia, mengusir dan menangkap kapal asing pencuri ikan, dan menenggelamkan 317 kapal ilegal.

Selain itu, KKP melakukan pengawasan dalam pencegahan tindak penangkapan ikan dengan cara merusak lingkungan seperti penggunaan bom maupun potas (destructive fishing).

Sebelumnya, rumor rencana kontestasi Susi dalam Pilkada Jabar mencuat saat perempuan asal Pangandaran ini mengunjungi Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri, awal Oktober 2017 lalu. “Saya hanya berkunjung ke Bu Mega sebagai kawan yang sudah lama,” katanya saat itu.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait