Emir Qatar Tawarkan Kerja Sama Infrastruktur kepada Jokowi

Qatar tertarik untuk berinvestasi di sejumlah proyek pelabuhan dan infrastruktur kelistrikan di Tanah Air.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
18 Oktober 2017, 17:39
Qatar
www.visitqatar.qa

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada hari ini menerima kunjungan Emir Qatar Sheikh Hamim bin Hamad Al Thani di Istana Kepresidenan Bogor. Pertemuan tersebut banyak membahas soal perekonomian dan rencana kerja sama kedua negara.

Usai pertemuan, Sheikh Hamim menjelaskan ada dua bidang yang akan akan menjadi fokus kerja sama Qatar dan Indonesia. "Peningkatan kerja sama secara khususnya infrastruktur dan turisme," katanya dalam jumpa pers di Istana Bogor, Rabu (18/10).

Sheikh Hamim juga menjelaskan, selain di bidang ekonomi, pertemuan juga membahas beberapa hal terkait politik regional seperti blokade yang dilakukan negara Timur Tengah terhadap Qatar. "Terkait blokade, kami menyampaikan siap mencari solusi damai dengan membuka ruang negosiasi," katanya.

Sedangkan Jokowi menyatakan bahwa kerja sama dengan Qatar sebenarnya telah mulai terealisasi. Di antaranya adalah melalui investasi Nebras Power di PT Paiton Energy dengan nilai US$ 1,3 miliar.

"Saya juga menitipkan 30 ribu Warga Negara Indonesia yang berkontribusi bagi pembangunan Qatar," kata Jokowi.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Retno P Marsudi mengatakan dalam hal infrastruktur Qatar meminta pemerintah mendetailkan lagi proyek infrastruktur yang dapat dibiayai dengan investasi dari negara teluk tersebut. Apalagi Sheikh Hamim diakuinya tertarik untuk masuk dan membiayai sejumlah proyek.

"Misalnya di proyek pelabuhan, itu harus didetailkan lagi mana yang dapat dipertimbangkan untuk investasi dari Qatar," kata Retno.

Dirinya juga mengatakan selain infrastruktur dan pariwisata, ada beberapa hal soal energi yang dibahas Jokowi serta Emir Qatar. Salah satunya soal Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) 1,3, dan 4 dan Floating Storage and Regasification Unit (FSRU).

"Ini mengarah ke penandatanganan shareholder agreement (antara Indonesia dan Qatar)," kata Retno.

Adapun mengenai blokade yang menimpa Qatar, Retno menjelaskan Indonesia tetap bertahan dengan sikap sejak awal yakni mendorong kesepakatan damai tercapai di antara pihak-pihak yang bertikai. Apalagi dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi disebut Retno menyampaikan pentingnya persatuan umat.

"Emir Kuwait (Sheikh Jaber al-Ahmad al-Sabah) juga sudah mencoba untuk memediasi," kata Retno.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait