Menhub Buka Peluang Swasta Operasikan Kapal Ternak

Ada lima kapal ternak yang akan dilelang untuk mendistribusikan sapi ke beberapa wilayah Indonesia.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
16 Oktober 2017, 15:22
Impor sapi
Donang Wahyu | Katadata

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan membuka kesempatan bagi swasta untuk ikut mengoperasikan kapal ternak. Menurutnya, saat ini ada lima kapal ternak yang akan dilelang untuk memasok sapi ke beberapa wilayah Indonesia.

"Jadi 5 kapal itu akan siap (dilelang) Desember," katanya usai acara diskusi di Jakarta, Senin (16/10).

Budi menyatakan, pihak swasta juga masih ada yang memiliki kapasitas kosong dari pengangkutan barang Indonesia Barat ke Timur. Oleh sebab itu dirinya melihat potensi kapal ternak bukan saja dapat dioperasikan oleh PT. Pelni (Persero) tapi swasta.

Menurut Budi, lima kapal baru tersebut diharapkan dapat mendistribusikan sapi dari Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat (NTB) ke wilayah seperti Sulawesi hingga Sumatera. "Karena tujuan utamanya bagaimana menyerap produksi sapi di dua wilayah itu," katanya.

Grafik: Populasi Sapi Potong Menurut Provinsi 2015
Populasi Sapi Potong Menurut Provinsi 2015

Selain itu, Kementerian Perhubungan juga akan mengevaluasi apakah kapal ternak yang dibangun sebelumnya sudah berjalan dengan efektif. Apabila belum, Budi mengaku akan memilih bekerjasama dengan swasta tanpa anggaran negara lagi.

"Tapi kalau paling produktif dengan kapal dibangun (pemerintah) maka akan kami bangun lagi," katanya seraya merinci investasi satu kapal ternak mencapai Rp 50 miliar.

Budi juga meminta pemda di NTT dan NTB membangkitkan peternakan kedua wilayah tersebut. Hal ini agar harga ternak menjadi bagus dan pelan-pelan mekanisme pasar akan membuat para peternak mendapatkan keuntungan.

"Ini suatu exercise yang harus kami lakukan," ujarnya.

Pelni sendiri hingga saat ini juga telah memiliki satu kapal ternak dan 46 kapal perintis lainnya. Sedangkan Sekretaris Jenderal Kemenhun Sugihardjo sebelumnya mengklaim program tol laut telah berhasil menurunkan harga bahan pokok hingga 20%.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait