Kemenhub Klaim Tol Laut Turunkan Harga Barang Hingga 20%

Penurunan harga bahan pokok di daerah terpencil terwujud setelah program tol laut berjalan dalam pemerintahan Jokowi – JK.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
12 Oktober 2017, 18:54
Tol Laut
Arief Kamaludin|KATADATA
Kapal tol laut ini merupakan Kapal Caraka Jaya Niaga III-4 milik PT Pelni, yang melayani jalur Jakarta-Kepulauan Natuna dan beroperasi secara berjadwal.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim program tol laut telah berhasil menurunkan harga bahan pokok hingga 20%. Program ini merupakan salah satu unggulan dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK).

Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo Sugihardjo menjelaskan, program ini memang ditargetkan untuk menurunkan harga-harga barang di wilayah terpencil. "Ini akan kami tingkatkan lagi," kata Sugihardjo di gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta, Kamis (12/10).

Bukan hanya tol laut, saat ini Kemenhub juga sudah melelang program jembatan udara untuk mengakses barang ke wilayah terpencil di Papua menggunakan pesawat terbang.

Sugihardjo mengatakan, bulan ini program tersebut telah dimulai dan tiga bandara yakni Timika, Wamena, dan Dekai akan menjadi pengumpan utama. "Masing-masing bandara ada empat rute, jadi total 12 rute," katanya.

Langkah lain yang telah dilakukan Kemenhub adalah deregulasi perizinan dan aturan seperti menggeser persyaratan menjadi online serta mempercepat izin usaha di sektor transportasi, "Ini sebagai bentuk relaksasi kami kepada industri agar tidak membuat beban ekonomi," ujarnya.

Selain itu, Kemenhub juga menggenjot pembangunan infrastruktur di sektor perhubungan. Walaupun Suhihardjo belum menyampaikan data kemajuan pembangunan proyek infrastruktur transportasi namun dirinya menjelaskan beberapa proyek yang berjalan antara lain bandara, pelabuhan, hingga jalur kereta api.

Beberapa hari lalu Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno juga menyebut selama tiga tahun pemerintahan Jokowi-JK, jalan tol yang sudah beroperasi mencapai 560 kilometer.

Menurutnya, salah satu yang patut dibanggakan adalah pembangunan jalan tol yang sangat signifikan, tetapi buka! hanya di Pulau Jawa, melainkan juga di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

"Sebagai contoh saja dari 2004-2014 penambahan pembangunan jalan tol 390 kilometer. Tapi selama tiga tahun dari awal 2015 sampai hari ini sudah terbangun selesai, sudah bisa dipakai 560 kilometer," ujar Rini.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait