Pemerintah Gelontorkan 75 Ribu Ton Beras untuk Operasi Pasar

Operasi pasar akan berlangsung selama Oktober 2017 sampai Maret 2018.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
10 Oktober 2017, 20:48
Pasar Induk Beras Cipinang
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Sejumlah calon pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Senin (7/8).

Pemerintah menggelontorkan 75 ribu ton beras medium untuk operasi pasar. Operasi pasar guna menurunkan harga dan mengatasi kelangkaan beras medium itu akan berlangsung selama Oktober 2017 sampai Maret 2018.

Operasi pasar akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan di Jakarta dan sekitarnya. “Berapa pun kebutuhannya akan kami gelontorkan," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, pada Selasa (10/10/2017).

Enggar mengatakan, dalam operasi pasar kali ini, harga beras medium ditetapkan sebesar Rp 8.100 per kilogram. Operasi pasar itu menggunakan cadangan beras pemerintah dari Perum Bulog.

Enggar mengakui, kelangkaan terjadi terutama di pasar Jakarta usai Harga Eceran Tertinggi (HET) beras berlaku. Padahal, menurut Enggartiasto, pasokan beras medium sebenarnya ada dan tersimpan di gudang-gudang pedagang. Dia berharap, operasi pasar ini mendorong pedagang melepas beras medium simpanannya. 

Operasi pasar beras medium di DKI Jakarta akan disalurkan oleh PT Food Station Tjipinang Jaya. BUMD pangan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini bekerja sama dengan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pengusaha Beras dan Penggilingan Padi Indonesia (Perpadi) DKI.

PT Food Station Tjipinang Jaya sendiri telah hampir sebulan meminta pemerintah mengadakan operasi pasar. Sebab, setelah Kementerian Perdagangan menetapkan HET beras medium sebesar Rp 9.450 per kilogram, pedagang cenderung beralih menjual beras premium. Akibatnya, harga eceran beras medium justru meningkat.

Direktur Utama Food Station menyatakan, dalam operasi pasar pertama digelontorkan sebanyak 200 ton beras medium. Kemudian, akan diajukan 4.300 ton lagi beras tambahan.

"Operasi pasar menunjukkan bahwa negara hadir dalam menjaga stabilitas baik stok maupun harga komoditas bahan pokok, khususnya beras,” kata Arief dalam keterangan resminya. 

Arief meyakini pasokan beras medium bakal normal kembali ketika musim panen tahun depan. Alasannya, pedagang akan mulai kembali menjual beras medium ketika harga gabah telah mengalami penurunan.

Satuan Petugas (Satgas) Pangan bakal diterjunkan untuk mengawasi operasi pasar dan memantau pergerakan harga secara keseluruhan. "Nanti ada tim yang mengecek dan melakukan pengawasan," kata Arief.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait