PPI Uji Model Pengiriman Bahan Pokok ke Papua, Turunkan Harga 25%

Ada tiga bahan pokok yang dikirimkan dari Jawa ke Papua dengan skema baru ini yakni tepung terigu, gula dan minyak goreng.
Michael Reily
10 Oktober 2017, 19:53
Gula Pasir
ARIEF KAMALUDIN | KATADATA

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia atau PPI (Persero) mencoba model baru pengiriman bahan pokok ke Papua. Perhitungannya, perombakkan skema transportasi ini berhasil menurunkan harga tepung terigu, gula, dan minyak goreng di Puncak Jaya, Papua sekitar 25%.

Direktur PPI Agus Andiyani mengungkapkan, rute pengiriman bahan pokok dari Jawa ke Papua adalah melalui kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Pelabuhan Komako, Timika. Setelah sampai, terigu, gula dan minyak goreng akan dikirim ke Wamena dengan pesawat kargo. Terakhir, truk akan mengirim bahan pokok sampai ke Puncak Jaya.

Menurut Agus, penurunan harga disebabkan oleh penyesuaian waktu kapal tiba di pelabuhan dengan jadwal keberangkatan pesawat. Sehingga, PPI tidak perlu menyewa gudang di pelabuhan ketika barang sampai di Timika. "Kami merombak rantai pasokannya dengan penghematan antarmoda transportasinya,” kata Agus di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Model distribusi yang tengah dilakukan PPI diperhitungkan mampu mengurangi harga jual kepada konsumen sebesar 25%. Di Puncak Jaya, harga gula sebesar Rp 29 ribu per kilogram, minyak goreng sebesar Rp 31 ribu per liter, dan tepung terigu Rp 24 ribu per kilogram.

Advertisement

Efisiensi distribusi transportasi diperhitungkan akan membuat harga gula menjadi Rp 21.750 per kilogram, minyak goreng Rp 23.250 per liter, dan tepung terigu Rp 18 ribu per kilogram.

Hanya, Agus mengaku model distribusi terbaru PPI sangat rentan terhadap perubahan cuaca. Tanpa gudang, keterlambatan pesawat kargo karena cuaca buruk akan mengakibatkan jadwal pengiriman terganggu.

Sebelumnya, model distribusi ini telah dilakukan untuk pengiriman semen. "Semen yang tidak terangkut pesawat kargo mengeras dan berubah menjadi batu. Kalau untuk bahan pokok bisa terancam busuk komoditasnya," ujar Agus.

Ia menyebut, untuk harga semen, efisiensi model pengiriman bisa mengurangi jauh harganya. Sebelumnya, harga semen di Wamena sebesar Rp 580-600 ribu per sak yang berisikan 40 kilogram. Penggunaan metode pengiriman baru mengurangi harganya menjadi Rp 370 ribu per sak.

Agus menjelaskan, sistem distribusi dengan pemotongan rantai pasokan ini masih dalam bentuk trial and error, sehingga dia berharap proyek percobaan bisa berhasil menurunkan harga bagi masyarakat di Papua, khususnya Puncak Jaya. "Masih belum ada studinya, jadi kami harap ini berhasil," ujarnya.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait