Kadin Dukung Usaha Pemerintah Membentuk Korporasi Petani

Kamar Dagang Industri (Kadin) berharap pembentukan korporasi petani bisa meniru kesuksesan perusahaan kelapa sawit.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
3 Oktober 2017, 20:20
Franky Oesman Widjaja
Katadata

Pemerintah berencana untuk memperkuat proses agrobisnis untuk komoditas beras dengan membuat korporasi yang berisikan himpunan petani. Kamar Dagang Industri (Kadin) berharap pembentukan korporasi agrobisnis bisa meniru skema kerja sama perusahaan  kelapa sawit dan petani plasma binaannya.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan, dan Kehutanan Franky Oesman Widjaja menyatakan, pengusaha siap membantu pengerjaan sistem agribisnis yang baik. “Kami bantu segi pertanian, good agriculture practice,” kata Franky kepada Katadata di Jakarta, Selasa (3/10).

Dunia usaha mendukung pemerintah dan menunggu keputusan yang konkret. Pasalnya, bentuk korporasi yang kuat dengan jaminan pendanaan dari bank akan memicu produktivitas yang lebih tinggi.

Bos Sinar Mas ini menjelaskan, sistem produksi kelapa sawit sebelumnya telah menjalankan penguatan proses agrobisnis. Lewat skema plasma inti, minyak kelapa sawit Indonesia bisa berjaya di pasar internasional.

Sehingga, dia menyarankan pemerintah untuk menduplikasi skema kelapa sawit. Selain itu, skema pemerintah dan pengusaha yang membantu petani telah berhasil di beberapa negara maju. “Pemerintah, pengusaha, dan petani, ketiganya harus bekerja sama,” ujar dia.

Potensi korporasi petani juga bakal berpengaruh ke peningkatan tenaga kerja. Pasalnya, korporasi tidak hanya mengenai petani, tetapi juga bakal mengembangkan sumber daya manusia yang bisa melakukan proses agribisnis.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan paradigma dalam meningkatkan kesejahteraan petani harus diubah. Selama ini upaya peningkatan kesejahteraan petani hanya berkutat pada pembenahan budidaya pertanian. Padahal potensi yang lebih besar justru berasal dari sektor argobisnisnya.

"Kita lupa bahwa petani akan mendapatkan keuntungan yang besar itu sebetulnya dari proses bisnisnya, dari proses agrobisnisnya," kata Jokowi.

 

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait