Kemendag Bakal Wajibkan Peretail Besar Bermitra dengan UKM

Michael Reily
19 September 2017, 19:30
enggar
ANTARA FOTO/Agus Bebeng
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyampaikan pemaparannya dalam kunjungan kerjanya ke Bandung, Jawa Barat, Kamis (4/5).

Kementerian Perdagangan akan mewajibkan pedagang besar untuk bermitra dengan Usaha Kecil Menengah (UKM). Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengajak Asosiasi Pedagang Retail Indonesia (Aprindo) untuk membahas sistem kemitraan yang sesuai.

Ia ingin agar pedagang besar dapat memasok dagangan bagi pemilik kios atau warung kelontong binaannya dengan harga murah. Dia menargetkan perumusan kebijakan ini dapat selesai dalam 1 bulan.

"Nanti bersama dengan Aprindo, seluruh retail modern untuk bisa menyalurkan barang-barang ke warung dan pedagang tradisional dengan harga yang murah," kata Enggar ketika meninjau Pusat Logistik Lippo Group, Tangerang, Selasa (19/9).

(Baca juga: Rembuk Nasional 2017 Jadi Ajang Evaluasi Kebijakan Jokowi 3 Tahun)

Enggar menjelaskan, Aprindo bakal jadi kunci kemitraan karena memiliki data yang lengkap mengenai pasar retail modern. Rencananya, sistem kemitraan akan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu minimarket dan supermarket.

Pembagian dilakukan karena supermarket mempunyai gerai yang terpusat di satu tempat sedangkan minimarket jumlahnya tersebar di banyak lokasi. Enggar juga mengaku telah menemui perwakilan Indomaret dan Alfamaret.

Presiden Direktur PT Matahari Putra Prima Benjamin J. Mailool menyatakan, sistem kemitraan akan membuka peluang meningkatkan nilai tambah. "Untuk penetrasi pasar yang belum terjangkau dan meningkatkan volume penjualan," ujar Benjamin.

Advertisement

(Baca juga:  Faisal Basri Permasalahkan Dasar Hukum Lelang Gula Rafinasi)

Sementara Ketua Aprindo Nicholas Roy Mandey sebagai wakil peretail modern untuk membahas mekanismenya. Bahkan, ia menyebut ada beberapa retail besar yang sudah menjalankan sistem kemitraan dengan pengusaha kecil di daerahnya.

Roy membantah skema kemitraan ini hanya akan dijadikan alat bagi pemodal besar untuk memperluas bisnisnya. "Semangat ekspansi juga seyoganya didukung masyarakat. Kita bisa saling mengisi karena masyarakat juga yang menerima hasilnya," ujar Roy.

Wacana ini bermula dari awal Juni 2017 lalu, saat Enggar meninjau Pusat Perkulakan Indogrosir di Tangerang, Banten. Ia mengaku tertarik dengan sistem membership yang diterapkan Indogrosir.

Dalam sistem tersebut, Indogrosir akan memberikan poin pada tiap transaksi yang bisa ditukar dengan diskon kepada anggotanya baik retail modern (Indomaret) maupun warung tradisional. Dengan demikian, warung-warung kelontong dan retail modern itu bisa mendapat pasokan barang dengan harga lebih murah ketimbang konsumen rumah tangga.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.

Artikel Terkait