IKEA Buka Gerai Kedua di Cakung Sekaligus Kembangkan E-Commerce

Laba Hero, induk usaha IKEA Indonesia naik menjadi Rp 71 miliar pada semester I 2017 dari Rp 20 miliar tahun lalu.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
15 September 2017, 20:28
ikea
Arief Kamaludin|KATADATA

IKEA bakal membangun toko kedua Indonesia di atas lahan seluas 5 ribu hektare di Cakung, Jakarta Timur. Selain itu, IKEA akan mengembangkan penjualan secara digital supaya bisa menjangkau konsumen secara nasional.

Direktur IKEA Indonesia Mark Magee mengungkapkan, pihaknya tengah mengurus perizinan dan rancang bangun. "Lahannya sudah kami dapatkan, para arsitek sedang mengerjakan desain bangunan," kata Mark usai paparan publik Hero Group di Jakarta, Jumat (15/9).

Menurutnya, pembangunan gerai tersebut akan memakan waktu sekitar 1,5 tahun. Sementara itu, IKEA akan mengembangkan toko online untuk mendongkrak penjualan.

Awal pekan ini, IKEA baru membangun Online Point di Bintaro, Tangerang Selatan. Sedangkan, IKEA Distribution Center sudah beroperasi di Sentul, Bogor. Mark menjelaskan IKEA bakal segera membangun pusat distribusi lain di Surabaya dan Semarang sehingga pengiriman bisa dilakukan hingga seluruh Pulau Jawa.

Pulau Jawa memang dijadikan wilayah uji pasar. Jika dirasa berhasil, IKEA akan bekerja sama dengan PT Pos Indonesia untuk mengirim barang sehingga konsumen di pelosok Indonesia dapat terjangkau.

Karena masih belum diterapkan secara besar-besaran, Mark mengaku penjualan lewat online nilainya masih sangat kecil. "Kami belum memulai promosi secara nasional, jadi kami berharap untuk melihat peningkatan ketika iklan sudah dimulai," ujar Mark.

Kontribusi IKEA terhadap penjualan PT Hero Supermarket Tbk, sebagai induk perusahaannya pun belum terlalu besar.

Hero Group mengalami penurunan pendapatan dari Rp 7,2 triliun pada semester I tahun lalu menjadi Rp 6,9 triliun pada 6 bulan pertama 2017. Meski terjadi pengurangan pendapatan, laba perusahaan naik menjadi Rp 71 miliar dari Rp 20 miliar tahun lalu.

Keuntungan ini terjadi karena peningkatan laba kotor dan ongkos efisiensi. Efisiensi yang dilakukan Hero adalah mengubah format toko menjadi sesuai seperti apa yang dibutuhkan masyarakat sekitar.

"Kami selektif melakukan promosi karena melihat perubahan perilaku konsumen dengan format yang lebih pas menjadi solusi," ujar Presiden Direktur Hero Group Stephane Deutsch.

Selain itu, ekspansi toko terus berlanjut dan berakibat peningkatan investasi menjadi Rp 302 miliar pada semester pertama 2017. Tahun lalu, nilai investasi hanya sebesar Rp 212 miliar.

Ada 2 tambahan Giant Ekstra yang dibangun di Manado dan Malang. Lalu, pembangunan oleh Hero di Bandung yang selama 5 tahun belum melakukan ekspansi. Kemudian, ada 14 toko baru Guardian.

Total, ada 447 gerai yang dimiliki Hero Group. Rinciannya adalah Giant Ekstra 56 toko, Giant Expres 109 toko, Hero 32 toko, Guardian 249 toko, dan IKEA 1 toko.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait