Merek Dagang Sumbang 21% PDB Indonesia, Kalah dari Malaysia

Kontribusi merek dagang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia masih kalah dibandingkan negara lain di Asia Tenggara, seperti Malaysia, Thailand dan Singapura.
Pingit Aria
15 September 2017, 10:27
ASEAN Summits
Laily Rachev|Biro Pers Setpres
Presiden Joko Widodo mengikuti pembukaan ASEAN Summit ke-28 dan 29 di Vientiane, Laos, Selasa (6/9).

Asosiasi Merek Dagang Internasional atau International Trademark Association (INTA) menyatakan, sepanjang 2012-2015 merek dagang menyumbang 21% dari Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Indonesia hanya ada di peringkat empat dari lima negara di Asia Tenggara yang disurvei.

“Industri yang menggunakan merek dagang secara intensif terbukti memberikan dampak positif terhadap ekonomi di pasar-pasar besar di kawasan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia,” kata Gunawan Suryomurcito, anggota INTA sekaligus eksekutif dari Rouse Indonesia saat dihubungi, Jumat (15/9).

Hasil studi INTA menunjukkan, sumbangan produk bermerek dagang di Malaysia sudah mencapai 30,3% dari total PDB. Di Thailand, 22% PDB disumbang oleh perdagangan produk bermerek. Sementara di Singapura  kontribusi merek dagang bahkan sudah mencapai 50%.

(Baca juga: Indonesia dan Uni Eropa Bahas Isu Sawit di Perundingan Dagang Ketiga)

Advertisement

Hanya Filipina yang kontribusi langsung merek dagang terhadap PDB-nya lebih rendah dari Indonesia, yakni 17%. Meski kontribusinya di dalam negeri terbilang kecil, produk-produk bermerek itu menyumbang 47% ekspor Filipina.

Begitu juga di Thailand, 60% ekspornya disumbang oleh produk bermerek dagang. Sementara di Malaysia dan Indonesia nilainya masing-masing 55% dan 60%. Kontribusi produk bermerek dagang terhadap struktur ekspor Indonesia justru hanya 27%.

 “Penerapan merek dagang secara intensif dapat meningkatkan ketersediaan lapangan kerja di berbagai sektor, serta berkontribusi positif pada perdagangan internasional,” kata Gunawan.

(Baca juga: Pemerintah Batasi Perdagangan Jasa dalam Kerja Sama RCEP)

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Aprindo) Hariyadi Sukamdani menyatakan, rendahnya kontribusi merek dagang terhadap PDB dan produk ekspor Indonesia karena industri yang masih didominasi oleh pengusaha kecil. Sementara, di antara mereka banyak yang belum menyadari pentingnya brand untuk produknya. “Ini yang harus ditingkatkan,” ujarnya.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait