Kemenperin Minta 30% KUR Disalurkan ke Industri Kecil

Dari Rp 110 triliun target penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) tahun ini, hingga Juli lalu baru Rp 3,3 triliun yang sampai ke industri kecil.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
30 Agustus 2017, 10:09
UKM wanita
Arief Kamaludin (Katadata)

Pemerintah meminta pembiayaan Industri Kecil dan Menengah (IKM) terus ditingkatkan. Pasalnya, realisasi kredit usaha rakyat (KUR) baru mencapai 6% dari total target penyaluran tahun ini sebesar Rp 110 triliun.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyatakan, idealnya target peruntukan KUR pada sektor usaha produktif sebesar 30-40%. Namun, hingga Juli 2017, penyaluran untuk sektor industri pengolahan termasuk IKM sebesar Rp3,3 triliun atau 6%.

"Kami mendorong penyaluran KUR lebih banyak kepada sektor produksi termasuk IKM akan memberikan penciptaan lapangan kerja lebih besar," kata Airlangga dalam keterangan resminya, Selasa (20/8).

(Baca juga: Kerupuk Termasuk Bahan Pangan yang Akan Dibarter 11 Sukhoi)

Dia mengaku evaluasi industri pengolahan tidak dapat dibandingkan industri jasa. Namun, dia yakin IKM sangat berperan sebagai sektor penopang tulang punggung perekonomian.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian, jumlah IKM ada 4,4 juta unit usaha dan menyerap tenaga kerja 10,1 juta orang pada tahun lalu. IKM juga berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 4,27 persen.

Direktur Jenderal IKM Kementerian Perindustrian Gati Wibawaningsih menjelaskan pemerintah juga melaksanakan program pemberian fasilitas, restrukturisasi mesin dan peralatan, serta promosi dan pameran.

Menurut Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJM) 2015-2019, pemerintah menargetkan terciptanya 20 ribu wirausaha baru. "Alokasi dana dekonsentrasi pada 2018 diarahkan untuk mendukung penciptaan wirausaha baru," kata Gati.

 (Baca: Mendag: MoU Barter Sukhoi dengan Hasil Kebun Indonesia Telah Diteken)

Untuk mendukung langkah IKM, Airlangga kembali menekankan fasilitas kemitraan antara IKM dengan industri manufaktur yang jauh lebih besar. "Kerja sama IKM dengan industri besar terutama untuk memenuhi kebutuhan ekspor," ujar Airlangga.

Beberapa program kemitraan yang difasilitasi pemerintah adalah IKM logam di Tegal dan Ceper dalam kerja sama dengan PT Polytron dan PT Panasonic untuk pemenuhan kebutuahan elektronika. Pada sektor pertanian, ada kerja sama dengan PT Krakatau Steel, PT Boma Bisma Indra, PT Sarinah, dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia.

Lalu, kemitraan dengan PT INKA dan PT KAI untuk pengadaan sektor kereta api. Selain itu, traktor dan eksakavator juga bakal diusahakan lewat kemitraan.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait