Pemerintah Bidik Rp 14 Triliun dari Pameran Produk Ekspor

Dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2017, pemerintah menargetkan kehadiran 16 ribu pembeli internasional.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
28 Agustus 2017, 10:48
Trade Expo Indonesia
Arief Kamaludin|KATADATA
Pengunjung memperhatikan produk kain tenun di salah satu gerai peserta pameran Trade Expo Indonesia ke-30 Tahun 2015 di Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10). Pameran tahunan yang menampilkan berbagai produk Indonesia berkualitas eksp

Pemerintah bakal menyelenggarakan pameran  Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 pada 11-15 Oktober mendatang. Pada gelaran tahunan yang akan dihelat di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Tangerang ditargetkan nilai transaksi mencapai US$ 1,1 miliar atau Rp 14,6 triliun.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda berharap kehadiran lebih dari 16 ribu pembeli internasional dan 1.100 peserta dalam ajang tersebut.

"TEI diharapkan dapat mendongkrak pergerakan industri dan bisnis Indonesia sekaligus mendorong sektor-sektor pendukungnya," kata Arlinda dalam keterangan resmi, Jakarta, Sabtu (26/8) lalu.

Ia menyebut, saat ini sudah ada 1.065 pembeli dari 66 negara yang telah mendaftar secara online. Selain itu juga sudah ada 5.009 permintaan untuk produk manufaktur, makanan minuman, busana gaya hidup, furnitur, jasa, dan industri strategis dan kreatif.

(Baca juga:  KKP Ingin Perluas Ekspor Ikan Segar ke Timur Tengah)

Menurutnya, Kementerian Perdagangan terus berupaya untuk mendatangkan buyer mancanegara melalui kerja sama dengan kantor perwakilan Indonesia di luar negeri, seperti Kantor Berita Republik Indonesia (KBRI), Indonesian Trade Promotion Center (ITPC), International Trade Promotion Office, dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin). Mereka bakal menyebarluaskan informasi tentang penyelenggaraan TEI.

Untuk mengakomodasi pembeli internasional, pada TEI 2017 akan diramaikan dengan program seperti forum bisnis, bincang-bincang eksklusif, diskusi 
regional, konsultasi bisnis, busines matching, dan misa dagang lokal dan mancanegara, serta kuliner nusantara.

"Pembeli internasional dapat mengeksplorasi peluang kerja sama bisnis dengan mitra prospektif dan interaksi dengan pemerintah Indonesia, pemimpin bisnis, serta para pelaku usaha untuk mendapatkan wawasan tentang peluang bisnis," kata Arlinda.

(Baca juga:  Indonesia dan Sri Lanka Jajaki Kerja Sama Dagang)

TEI bakal menjadi fasilitas pelaku usaha untuk mendapatkan akses business to business sebagai cara memperluas pasar internasional. Aspek pembayarannya juga bakal dilakukan oleh perbankan, salah satunya adalah CIMB Niaga.

CIMB Niaga akan memberikan tarif khusus perlindungan pembayaran melalui skema koleksi ekspor, pembukaan rekening giro rupiah atau giro dolar, fasilitas pembayaran nontunai melalui mesin Electronic Data Capture (EDC).

Sebelumnya, pada TEI 2016, hadir 15.567 pembeli internasional dari 125 negara dan diikuti 1.066 peserta yang menampilkan produk-produk berkualitas ekspor. Nilai transaksinya mencapai US$ 1,02 miliar atau Rp 13,6 triliun. Produk 
yang paling diminati adalah furnitur, elektronik, makanan olahan, kopi, dan rempah-rempah.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait