Menteri Susi Gandeng BRI dan BNI Bantu Pendanaan Nelayan

KKP bertanggung jawab untuk memberikan data dan informasi nelayan yang berpotensi diberikan fasilitas layanan perbankan.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
25 Agustus 2017, 17:08
Susi Pudjiastuti
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Susi Pudjiastuti menyapa nelayan peserta lomba hias kapal di kawasan Pelabuhan Kali Adem, Jakarta, Minggu (7/5).

Kementerian Kelautan dan Perikanan menandatangani nota kesepahaman dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Negara Indonesia (BNI) untuk membantu nelayan. Kerja sama ini bertujuan membantu kegiatan penangkapan ikan serta produktivitas usaha nelayan.

"Hal seperti ini merupakan tanda pemerintah bersama perbankan mendukung, mendorong, dan memikul ekonomi Indonesia," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti di Jakarta, Jumat (25/8).

Menurut Susi, KKP bertanggung jawab memberikan data dan informasi nelayan yang berpotensi diberikan fasilitas layanan perbankan. Selain itu, pemerintah bakal memberikan pendampingan teknis dan sosialisasi kepada nelayan.

Saat penandatanganan MoU, ada juga beberapa nelayan dari Pantai Utara (Pantura) Jawa yang hadir. Mereka adalah salah satu target dari pembangunan ekonomi lewat sektor kelautan dan perikanan. (Baca juga:  Jepang Siap Bantu Pembangunan 6 Sentra Perikanan di Indonesia)

Lalu, BRI bakal mengakomodasi kegiatan perbankan lewat pembukaan rekening simpanan nelayan. Selain itu, ada penyediaan Teras BRI Mobile dan agen BRILINK di pelabuhan perikanan.

Direktur Utama BRI Suprajarto menjelaskan tugas utama perbankan adalah ikut serta dalam pengembangan sektor perikanan dan siap bersinergi untuk mendukung sektor perikanan dengan kartu jaringan nelayan. Dia juga menyebut BRI sudah memiliki 3 kapal yang telah berkeliling di daerah terluar Indonesia.

"Kami berharap bisa menjadikan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) maju," ujar Suprajarto.

Lebih lanjut, Direktur Mikro BRI Donsuwan Simatupang mengatakan telah memberikan fasilitas pinjaman dana untuk nelayan yang mengganti kapalnya. Dia menyebut sudah ada ratusan nelayan yang menggunakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI sejak 2008 dengan jumlah dana sekitar Rp 9 miliar.

(Baca juga:  KKP Pantau Kapal Nelayan Lewat GPS dan Gelombang Radio)

"Untuk kapal kecil yang ukurannya 5-10 ton. Kita mengutamakan nelayan bukan pengusaha kapal," jelas Donsuwan.

Di pihak lain, Direktur Hubungan Kelembagaan dan Transaksional BNI Adi Sulistyowati menyatakan telah mengalokasikan dana lebih dari Rp 500 miliar untuk penggantian alat cantrang ke alat tangkap yang lebih ramah lingkungan untuk nelayan di Jawa Tengah.

Sulistyowati juga menyebut telah mengeluarkan Rp 100 miliar untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) nelayan pada tahap awal. Namun, selanjutnya bakal dilakukan peningkatan nominal secara bertahap. "Kami sudah satu dua tahun aktif di kelautan dan perikanan, tapi proses penggantian alat tangkap tidak mudah," ujarnya.

(Baca juga: Pemerintah Daftarkan 2.590 Pulau Baru Indonesia ke PBB)

Selain penggantian alat tangkap, BNI juga bekerja sama dengan PT Perikanan Nusantara (Perinus) untuk mendanai program pembangunan pelabuhan di wilayah Timur Indonesia. Nantinya, menurut Sulistyowati, dana tersebut bakal digunakan untuk membangun investasi seperti ruang pendingin di pelabuhan dan pendanaan kepada nelayan.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait