Pemerintah Dorong Kinerja UKM untuk Capai Pertumbuhan Ekspor 5,6%

Dukungan pembiayaan LPEI untuk eksportir UKM selama semester pertama 2017 sebesar Rp 11,12 triliun.
Michael Reily
23 Agustus 2017, 17:44
UKM Topeng Batik
Donang Wahyu|KATADATA
UKM Topeng Batik

Pemerintah tengah mengupayakan pencapaian target pertumbuhan ekspor sebesar 5,6 persen pada 2017. Salah satu caranya adalah meningkatkan jumlah dan kinerja eksportir Usaha Kecil Menengah (UKM).

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Arlinda telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

"Kerja sama ini akan diimplementasikan melalui program pemberdayaan eksportir UKM melalui pelatihan dan bimbingan teknis," kata Arlinda dalam keterangan resmi, Jakarta, Rabu (23/8).

(Baca juga:  Impor Barang Modal Naik 63%, Juli Defisit Dagang Pertama Sejak 2015)

Beberapa isi kerja samanya adalah pemberian fasilitas dari LPEI, dukungan pengembangan produk ekspor, dan perluasan akses pasar baru terutama ke negara-negara nontradisional. Selain itu, ada pertukaran data dan informasi dalam pengembangan ekspor.

LPEI merupakan lembaga fasilitas bagi UKME agar semakin kompetitif di pasar global dan peningkatan kapasitas pelaku usaha.

Menurut catatan Kementerian Perdagangan, dukungan pembiayaan LPEI untuk eksportir UKM selama semester pertama 2017 sebesar Rp 11,12 triliun. Angka itu mencapai 11,5% dari total pembiayaan ekspor yang mencapai Rp 96,82 triliun. Sementara, penjaminan dan asuransi masing-masing sebesar Rp Rp 8,41 triliun dan Rp 9,97 triliun.

(Baca juga: Tekstil, Sepatu hingga Perhiasan Produksi Industri Kecil yang Mendunia)

Selain melalui pembiayaan, pengembangan ekspor juga dilakukan dengan berbagi pengalaman dengan pelaku usaha ekspor, terutama Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Pembahasan dilakukan untuk mengulas efektivitas strategi kondisi perkembangan ekonomi global dan perilaku konsumen di negara perwakilan.

"Para pelaku ekspor bisa mendapatkan kiat-kiat memasuki pasar ekspor atau strategi negosiasi dengan pembeli," kata Arlinda.

Selain itu, para pelaku ekspor dan regulator dapat saling menyamakan persepsi sekaligus berkoordinasi agar terjalin hubungan yang sama dan berkelanjutan.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait