Jokowi Targetkan Perdagangan dengan Vietnam Capai US$ 10 Miliar

Total perdagangan Indonesia – Vietnam pada 2016 sebesar US$ 6,27 miliar pada 2016.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
23 Agustus 2017, 17:07
jokowi
Biro Pers Sekretariat Kepresidenan
Pertemuan bilateral Presiden Jokowi dengan Perdana Menteri Republik Sosialis Vietnam Nguyen Xuan Phuc di Sochi, Rusia, Kamis (19/5)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menerima kunjungan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Komunis Vietnam Nguyen Phu Trong. Keduanya membahas upaya peningkatan nilai perdagangan Indonesia dan Vietnam hingga menjadi US$ 10 miliar.

Dalam konferensi pers, Jokowi mengatakan perlu inisiatif baru dalam meningkatkan perdagangan kedua negara. Meskipun dalam beberapa tahun belakangan ini transaksi perdagangan kedua negara terus naik dan bertumbuh.

"Kami membahas berbagai langkah dan inisiatif baru untuk mencapai US$ 10 miliar," kata Jokowi usai pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/8).

(Baca juga:  VietJet Terbang ke Jakarta Tanpa Pramugari Berbikini)

Menurut data Badan Pusat Statistik, total perdagangan Indonesia – Vietnam pada 2016 sebesar US$ 6,27 miliar pada 2016 dengan defisit sebesar US$ 182,76 juta di pihak kita. Sepanjang 2012-2016, tren perdagangan kedua negara hanya meningkat 6,7% per tahun.

Jokowi juga mengatakan pertemuan juga membahas bagaimana para investor Indonesia yang menanamkan modal di Vietnam dapat difasilitasi.

Selain itu, Indonesia dan Vietnam juga sepakat untuk meningkatkan kualitas dan menjaga harga komoditas lada dan karet. "Lalu di bidang perikanan, kedua negara sepakat mengatasi illegal fishing," ujar Presiden.

Hal lain yang juga dibahas adalah dukungan Indonesia kepada Vietnam yang tahun ini menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)  Asia Pacific Economic Cooperation (APEC).

(Baca juga: Impor Barang Modal Naik 63%, Juli Defisit Dagang Pertama Sejak 2015)

Pembahasan juga berlanjut kepada kedua negara yang sama-sama anggota ASEAN yang memasuki usia 50 tahun dan mewujudkan visi masyarakat ASEAN tahun 2025.

"Sedangkan dalam soal maritim kami juga sepakat mempercepat perundingan di limitasi batas Zona Ekonomi Eksklusif," ujar Jokowi.

Sedangkan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, inisiatif baru untuk mengejar target perdagangan tersebut akan dilakukan dengan memacu ekspor ke Vietnam. Beberapa di antaranya adalah otomotif, minyak kelapa sawit, batu bara, hingga gas bumi.

"Kami tidak menetapkan waktu namun sesegera mungkin bisa mencapai US$ 10 miliar," katanya.

(Baca juga: Tekstil, Sepatu hingga Perhiasan Produksi Industri Kecil yang Mendunia)

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait