Kemenperin Bawa Produsen Busana Muslim Promosi ke Rusia

Dengan 25 juta penduduk beragama Islam, Rusia dinilai menyimpan potensi pasar bagi produk busana muslim.
Michael Reily
22 Agustus 2017, 16:21
UKM Busana
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membawa Sembilan pemilik merek busana lokal, termasuk fesyen muslim untuk menghadiri pameran Collection Fashion Moscow 2017 di Rusia. Dukungan ini dilakukan untuk meningkatkan nilai ekspor busana ke Rusia.

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kecil Menengah Kementerian Perindustrian Eddy Siswanto menyatakan, ekspor busana ke Rusia saat ini masih sangat kecil. "Untuk produk fashion hanya 2,5 persen," kata Eddy di kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (22/8).

Badan Pusat Statistik mencatat, total antara Indonesia dan Rusia mencapai US$ 2,11 miliar pada 2016. Di mana, Indonesia mengalami surplus sebesar US$ 411 juta. Total perdagangan kedua pihak mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya, yaitu US$ 1,9 miliar.

(Baca juga: Mendag: MoU Barter Sukhoi dengan Hasil Kebun Indonesia Telah Diteken)

Untuk meningkatkan ekspor produk fesyen, Kementerian Perindustrian akan membiayai setengah dari kebutuhan sembilan unit Industri Kecil Menengah (IKM) yang akan berangkat ke Rusia.

Eddy menjelaskan, jika kinerja industri busana positif, nilai perdagangan dengan Rusia akan meningkat. Namun, dia belum menargetkan jumlah nilai yang dibidik pemerintah.

Dia mengatakan, industri busana muslim memiliki pasar yang cukup besar di Eropa Timur. Pasalnya, ada sekitar 25 juta penduduk beragama Islam di Rusia.

Dia berharap pengenalan produk budaya Indonesia bisa menguntungkan dari segi pajak dan penyerapan tenaga kerja. "Setiap rupiah yang dikeluarkan negara bisa meningkatkan daya saing brand nasional di pasar global," ungkap Eddy.

Keikutsertaan Indonesia dalam pameran busana di Moskow merupakan yang kedua kalinya. Tahun lalu, ada empat merek lokal yang difasilitasi pemerintah.

(Baca: Kemendag Minta Kejaksaan Kawal Barter Sukhoi dengan Karet)

Ketua Aura Convex, sekaligus penyelenggara kegiatan pameran di Rusia, Lily Halim menyatakan Indonesia punya perpaduan antara budaya etnis dengan busana modern. Dia juga menyebutkan tidak hanya busana yang akan ditampilkan, melainkan tas dan sepatu.

"Indonesia sudah cukup mapan dengan kerajinan tangan untuk busana sehingga perlu disebarkan ke dunia," kata Lily.

Collection Fashion Moscow 2017 bakal digelar dari 30 Agustus sampai 2 September. Indonesia akan menampilkan produk-produk kerajinan tangan dalam bentuk busana dan aksesoris.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait