Mendag Akui Belum Ada Kesepakatan Harga Eceran Beras

Pemerintah akan kembali menggelar rapat untuk membahas masalah beras dengan semua pihak terkait.
Ameidyo Daud Nasution
21 Agustus 2017, 20:08
Beras
Arief Kamaludin|KATADATA
Pedagang beras melakukan pengepakan beras di Pasar Beras Induk Cipinang, Jakarta

Kementerian Perdagangan (Kemendag) berupaya menentukan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras. Namun, masih ada perbedaan pendapat di antara perwakilan petani, penggilingan, hingga pedagang beras.

Sepanjang pekan lalu, Kemendag menggelar tiga rapat yakni pada Senin, Selasa dan Jumat untuk membahas rencana penetapan HET beras. Namun, semuanya masih menemui jalan buntu.

Kemendag pun akan kembali menggelar rapat untuk membahas masalah ini. "Masih dalam proses, tinggal menyatukan dan hitung-hitungan lagi," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/8).

(Baca juga: Dua Hari Rapat, Kemendag dan Pedagang Belum Sepakati HET Beras)

Enggar memastikan kepentingan konsumen menjadi hal yang paling utama dalam penentuan harga eceran ini. Dirinya juga memprediksi akan ada pro dan kontra terhadap kebijakan pementuan harga eceran beras nantinya. "Daya beli masyarakat jangan sampai terganggu," kata Enggar.

Selain itu dirinya juga mengaku akan memperhatikan harga yang diterima oleh petani. Lalu dia juga memastikan pedagang besar tidak membunuh pedagang kecil dengan kebijakan harga beras yang akan ditetapkan.

Sementara Ketua Umum Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang, Zulkifli Rasyid mengatakan dalam rapat pertama pada Senin (14/8), pemerintah mengusulkan HET beras medium sebesar Rp 9.000 per kilogram dan beras premium Rp 11.500 per kilogram.

Angka tersebut, menurut Zulkifli, diusulkan untuk berlaku merata di seluruh Indonesia. Padahal, biaya distribusi di tiap daerah sangat beragam. "Harga ini tidak ideal. Saya sudah mengusulkan ke Menteri Perdangangan, ini tidak cocok," ujar Zulkifli.

(Baca juga: Pedagang Minta Pemerintah Tak Batasi Harga Beras Premium)

Zulkifli menyebut, HET beras medium yang ideal menurut versi pedagang Rp 10.000 per kilogram. Sementara harga beras premium sebaiknya diserahkan ke mekanisme pasar.

Sebelumnya, pemerintah sempat membatalkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) nomor 47 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Penjualan di Konsumen.

Permendag tersebut mengatur harga pembelian beras di level konsumen sebesar Rp 9.000 per kilogram, baik itu beras medium dan premium.

Regulasi itu dibatalkan karena dinilai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pengusaha sehingga justru menghambat distribusi beras. Kekhawatiran itu menyusul penggerebekan gudang beras PT Indo Beras Unggul (IBU) oleh Satuan Tugas (Satgas) Pangan di Bekasi beberapa waktu lalu.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait