Menteri Susi Usulkan Pembangunan Bandara Internasional di Sumbawa

Keberadaan bandara internasional diharapkan dapat menjadi saluran distribusi produk perikanan ke negara lain.
Michael Reily
14 Agustus 2017, 10:31
Susi Pudjiastuti
ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Susi Pudjiastuti menyapa nelayan peserta lomba hias kapal di kawasan Pelabuhan Kali Adem, Jakarta, Minggu (7/5).

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengusulkan pembangunan bandar udara internasional di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB). Keberadaan bandara internasional di Sumbawa diharapkan dapat menjadi saluran distribusi produk perikanan ke negara lain.

"Saya yakin akan mempercepat pembangunan sektor kelautan dan perikanan," kata Susi dalam keterangan resminya, Jakarta, Ahad (13/8).

Ia menjelaskan, perairan Sumbawa cukup banyak menghasilkan produk perikanan bernilai tinggi. Namun, selama ini pemasarannya kurang efisien karena produk-produk itu harus lebih dulu dibawa ke Mataram, Pulau Lombok atau bahkan ke Surabaya sebelum diekspor.

(Baca juga:  Susi Akan Bagikan 994 Kapal Nelayan Pengganti Cantrang)

Advertisement

Susi menyatakan, kebutuhan semua negara adalah kedaulatan di bidang pangan dan ekonomi. Dalam menghadapi persaingan dengan negara-negara di Asia Tenggara dan beberapa negara di dunia dalam pemenuhan pangan, dia mengungkapkan sumber ekonomi dari laut harus dikedepankan.

Dia menilai, Indonesia adalah negara yang besar dan harus mampu menyambut era globalisasi. Salah satu persiapannya adalah kualitas sumber daya manusia yang bisa bersaing dengan konsumsi makanan sehat dan kaya protein.

"Indonesia harus bisa memastikan kedaulatan di laut karena laut menyediakan sumber protein yang sangat banyak dan baik," jelasnya.

Susi mengungkapkan telah mendapatkan dukungan Presiden Jokowi untuk memberantas penangkapan ikan secara ilegal. Peraturan Presiden Nomor 44 Tahun 2016 menetapkan penangkapan ikan di laut Indonesia hanya boleh dilakukan oleh nelayan Tanah Air.

(Baca juga:  Jokowi Segera Resmikan Sentra Kelautan Perikanan di Natuna)

Dia mengaku menjalankan regulasi dari Presiden dengan tegas sehingga nelayan tradisional bisa kembali bekerja. Tetapi, dia juga mengimbau untuk memastikan cara menangkap dan mengolah ikan harus memerhatikan asas keberlanjutan. Caranya adalah tidak menggunakan bom atau alat tangkap yang tidak ramah lingkungan.

Susi mengungkapkan kegiatan Kementerian Kelautan dan Perikanan mengakibatkan stok ikan di laut meningkat pesat menurut data Komisi Nasional Pengkajian Sumber Daya Ikan.

Menurut Susi, pemberantasan ilegal fishing telah membawa perubahan yang baik untuk kelautan dan perikanan kita. “Data Kajian menunjukkan 12,54 untuk potensi sumber daya ikan. Angka konsumsi ikan juga meningkat dari 36 kilogram menjadi 43.34 kilogram," papar Susi.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait