Luhut Tawarkan Ekspor 1 Juta Ton Minyak Sawit ke Iran

Indonesia dan Iran juga tengah menjajaki perjanjian dagang secara bilateral.
Michael Reily
8 Agustus 2017, 19:10
Luhut
Arief Kamaludin | Katadata

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan tawarkan produk kelapa sawit ke Iran. Akhir pekan lalu, dia pergi ke Iran sebagai pengganti Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri pelantikan Presiden Iran Hassan Rouhani.

"Mereka sudah mempertimbangkan untuk menerima ekspor kita, kelapa sawit 1 juta ton per tahun," kata dia di kantornya, Jakarta, Selasa (8/8).

Namun, dia menyebutkan juga syarat dari pemerintah Iran adalah pihak Indonesia harus membuat refinery camp. Meski belum menyebut berapa biaya yang dibutuhkan, dia menyatakan sudah ada beberapa pengusaha yang siap untuk melakukan ekspansi ke Iran.

(Baca juga:  Atasi Kampanye Hitam CPO, Astra Agro Genjot Ekspor ke Timur Tengah)

Pengusaha yang siap juga meminta syarat untuk pemerintah Iran. Salah satunya, menurut Luhut, adalah penurunan bea masuk sebesar 40 persen.

Dia menjelaskan refinery camp juga akan menjadi salah satu langkah untuk diversifikasi negara tujuan ekspor kelapa sawit. "Dari situ, turunannya bisa diekspor ke daerah lain di kawasan Timur Tengah," kata dia.

Pada periode Januari sampai Maret 2017, Kementerian Perdagangan mencatat total perdagangan Indonesia dan Iran meningkat secara signifikan sebesar 457,36 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Sementara itu, total perdagangan antara kedua negara pada tahun lalu sebesar US$ 338,6 juta. Meningkat 23,99 persen dibandingkan tahun 2015 yang sebesar US$ 273,1 juta.

(Baca: Selain Karet, Kelapa Sawit Akan Dibarter Indonesia dengan Sukhoi)

Bulan lalu, pemerintah juga mengadakan perundingan perdagangan di Iran. Direktur Perundingan Bilateral Kementerian Perdagangan Ni Made Ayu Marthini bertemu dengan Delegasi Iran Mirhadi Seyedi untuk membahas Prefential Trade Agreement (PTA).

Menurut Made, PTA adalah upaya Indonesia membuka akses pasar untuk produk-produk unggulan Indonesia dan Iran, "Perundingan ini sebagai upaya Indonesia memperluas akses pasar dan diversifikasi produk ke negara nontrasional," ujarnya.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait