Pemerintah Permudah Aturan Visa Bagi Warga Pakistan

Sebelumnya, untuk mendapatkan ‘calling visa’ dari Indonesia, warga negara Pakistan harus punya sponsor di Tanah Air.
Ameidyo Daud Nasution
7 Agustus 2017, 19:24
Wiranto
ANTARA FOTO/Suwandy

Pemerintah memberikan kemudahan kepada warga negara Pakistan untuk mengunjungi Indonesia dengan menghapuskan kebijakan calling visa. Kini, warga negara Pakistan tak perlu lagi memiliki sponsor jika ingin berkunjung ke Indonesia.

Hal ini merupakan keputusan rapat yang digelar langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hadir dalam rapat tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto serta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly.

"Calling visa ini terlalu rumit sehingga perdagangan serta pejabat (Pakistan) yang ke sini terganggu," kata Wiranto di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (7/8).

(Baca juga:  Ekspor Nonmigas Cetak Pertumbuhan Tertinggi dalam 5 Tahun Terakhir)

Untuk mendapat calling visa, sebelumnya warga negara Pakistan harus lebih dulu mendaftar ke kantor perwakilan Indonesia di Pakistan. Sementara, sponsor mereka juga harus menyerahkan kelengkapan dokumen ke kantor imigrasi di Indonesia. Setelah petugas mencocokkan data, baru calling visa dapat dikeluarkan pada yang bersangkutan.

Kini, setelah kebijakan itu dicabut, pengurusan visa diharapkan bisa lebih mudah dan cepat. "Jadi (sekarang), warga negara Pakistan cukup datang ke perwakilan Indonesia di mana pun, untuk kemudian meminta visa ke Indonesia. Jadi hanya itu," kata dia.

Dia melanjutkan, keputusan ini telah dipertimbangkan secara masak oleh Kalla, Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Luar Negeri, hingga kepolisian.

(Baca juga: Impor Naik, Surplus Neraca Dagang Mei Terendah dalam Setahun)

Di kesempatan yang sama Direktur Jenderal Imigrasi Ronnie Sompie mengatakan, kebijakan visa terbaru tetap tidak akan melupakan aspek keamanan dan pengawasan. Dirinya menjelaskan pengawasan dapat dilakukan di seluruh perwakilan RI di negara bersangkutan saat pengajuan visa.

Dia mengatakan jikalau ada WN Pakistan yang dinyatakan Daftar Pencarian Orang (DPO) tentunya visa tidak akan diberikan. "Tapi kalau investor atau wisatawan dapat mengajukan visa di perwakilan kami," kata Ronny.

Kebijakan calling visa diterapkan pada negara yang dianggap memiliki kerawanan tertentu dari beberapa aspek seperti politik, sosial, hingga ekonomi. Selain Pakistan, beberapa negara lain yang masuk dalam daftar ini adalah Afganistan, Iraq, Korea Utara,  dan Nigeria.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait