Luhut Tagih Komitmen Investasi Kelistrikan ke Iran

Perusahaan asal Iran, Mapna Group pernah menandatangani nota kesepahaman untuk bekerja sama dengan PLN.
Miftah Ardhian
3 Agustus 2017, 10:34
Jokowi Iran
Rusman | Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Iran Hasan Rouhani di Istana Jomhouri, Sa\'dabad, Iran, Rabu (14/12)

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan akan menagih komitmen Iran berinvestasi di sektor kelistrikan. Komitmen itu tertuang dalam nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) antara PT PLN (Persero) dan Mapna Group yang diteken pada Februari 2017 lalu.

"Nilainya nanti akan dibahas dulu di sana (Iran)," ujar Luhut saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu malam (2/8).

Luhut akan berkunjung ke Iran pada akhir pekan ini. Ia akan menggantikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menghadiri acara pelantikan Presiden Iran Hassan Rouhani pada 5 Agustus 2017 mendatang.

(Baca juga: Jokowi Sentil BUMN Yang Belum Penuhi Kewajiban Komponen Lokal)

Direktur Pengadaan Strategis 1 PLN Nicke Widyawati menjelaskan, dirinya bersama Luhut memang tengah membicarakan potensi kerja sama dengan pihak Iran, khususnya di sektor ketenagalistrikan untuk dibawa oleh Luhut saat kunjungan kenegaraan. 

PLN dikatakannya sudah menandatangani MoU dengan perusahaan Iran yakni Mapna Group untuk melakukan berbagai kajian terkait sektor ketenagalistrikan di Indonesia. Kunjungan ini pun digunakan untuk membicarakan kerja sama lebih lanjut pasca penandatanganan MoU tersebut.

Menurutnya, terdapat dua potensi kerja sama berbentuk investasi langsung Iran ke Indonesia. Pertama, potensi untum membangun industri lokal dalam menciptakan turbin dan gas turbin sebagai mesin untuk menggerakkan pembangkit listrik. Dengan industri ini, kebutuhan akan mesin untuk pembangkit listrik diharapkan dapat dihasilkan dari industri di dalam negeri.

(Baca juga: Ke Iran, Menteri Darmin Bahas Kerja Sama Energi Hingga Drone)

Kedua, PLN bersama dengan Mapna Group juga berencana untuk mengembangkan service center atau Operation and Maintenance (O&M) unit pembangkitan. Nicke mengatakan, pengembangan O&M ini khususnya ditujukan untuk pembangkit-pembangkit gas yang ada di Indonesia.

"Nanti kami akan berbicara nilainya, berapa kapasitasnya, tapi yang jelas akan sesuai kebutuhan," ujar Nicke.

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait