Glodok Sepi, Sandiaga Akan Ubah Jadi Pusat Olahraga dan Digital

Sandiaga Uno menilai Glodok tak cocok lagi dijadikan pusat perbelanjaan elektronik.
Miftah Ardhian
24 Juli 2017, 19:17
pilkada2017
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Pekerja membersihkan lantai di pertokoan Glodok, Tamansari, Jakarta Barat, Rabu (15/2).

Wakil Gubernur DKI Jakarta terpilih periode 2017-2022 Sandiaga Uno turut angkat suara soal banyaknya pusat perbelanjaan yang sepi pengunjung. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan perbelanjaan Glodok. Sandiaga pun berencana mengubah peruntukan bangunan-bangunan di kawasan tersebut.

Sandiaga menjelaskan, saat ini perilaku konsumsi masyarakat sudah mulai berubah. Masyarakat cenderung belanja secara online melalui perusahaan jual-beli digital (e-commerce) dibandingkan dengan datang sendiri ke toko perbelanjaan fisik. Hal ini salah satunya terlihat dari kawasan perbelanjaan Glodok yang mulai sepi pengunjung. 

Menyikapi hal tersebut, Sandiaga mengatakan, dirinya berencana untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut. Namun, menurutnya, kawasan tersebut sudah tidak tepat lagi dijadikan pusat perbelanjaan barang-barang elektronik.

(Baca juga:  Asosiasi Pengusaha Sebut Tiga Sebab Penjualan Retail Merosot)

Glodok, menurutnya tak lagi sesuai untuk dijadikan pusat jual beli elektronik. “Kami bisa gunakan untuk mobilitas kegiatan masyarakat bidang olahraga yang menyatu, karena sekarang banyak yang mengeluh tentang kegiatan olahraga yang berkurang," ujar Sandiaga saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (24/7).

Selain itu, Sandiaga juga melihat kawasan tersebut juga bisa digunakan sebagai co-working space untuk perusahaan-perusahaan rintisan (start-up). Dengan begitu, berbagai gedung dan bangunan yang ada di Glodok diharapkan bisa kembali berkembang. 

Sandiaga menjelaskan, perubahan pola konsumsi masyarakat ini merupakan fenomena yang bukan hanya terjadi di Indonesia, tetapi secara global. Oleh karenanya, dirinya menghimbau agar para pengusaha harus bisa beradaptasi dan mengadopsi tren-tren yang tengah berkembang belakangan ini. 

" Tren itu teman kita, jadi jangan kita asik dengan sektor kita sendiri, harusnya melihat perubahan dari dunia usaha yang begitu besar," ujarnya.

(Baca juga: Survei BI: Penjualan Retail Diprediksi Makin Lesu Setelah Lebaran)

Sandiaga kembali mencontohkan, dulu perusahaan-perusahaan besar di dunia didominasi oleh sektor tambang, perusahaan consumer, dan lainnya. Namun, tren tersebut berubah seiring dengan perkembangan teknologi dengan menempatkan perusahaan digital seperti Facebook, Google, Apple, dan Amazon menguasai dunia.

Hal ini pun dinilainya akan terjadi pula di Indonesia. "Kita akan melihat perusahaan di bidang teknologi dan digital akan menjadi primadona di dunia usaha dan penciptaan lapangan pekerjaan," ujar Sandiaga.

Oleh karenanya, Sandiaga pun menyatakan, DKI Jakarta akan dibuatnya sangat ramah dengan perubahan tren terkini. Dirinya berkomitmen akan menjadikan Jakarta kota yang ramah untuk investasi, terutama bagi pengembangan teknologi digital. Rencana perubahan peruntukan kawasan Glodok pun menjadi salah satu strateginya.

(Baca juga: Tak Menguntungkan, Dua Gerai Hypermart Ditutup)

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait