Jokowi Keluhkan Koran Jarang Menulis Prestasi Pemerintah

Jokowi mengklaim, media India lebih banyak memberitakan survei kepercayaan masyarakat Gallup World Poll. Meski, India hanya ada di peringkat ketiga, sementara Indonesia di peringkat teratas.
Ameidyo Daud Nasution
24 Juli 2017, 14:46
Jokowi BEI
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Menteri Keuangan Sri Mulyani melakukan dialog dengan pelaku pasar modal di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (4/7).

Presiden  Joko Widodo (Jokowi) mengeluhkan “pelitnya” media dalam memberitakan pencapaian pemerintah. Menurutnya, hal ini berbeda dengan yang terjadi di negara lain.

Ia mencontohkan, beberapa waktu lalu Survei Gallup World Poll (GWP) menyebut Indonesia dan Swiss sebagai negara dengan tingkat kepercayaan masyarakat tertinggi di dunia. (Baca juga:  Kepercayaan Masyarakat Indonesia Terhadap Pemerintah Setara Swiss)

Dalam surveinya, Gallup menyebut 80 persen masyarakat Indonesia dan Swiss mempercayai pemerintahnya. Sementara di peringkat ketiga, India mendapat 73 persen. Di sini lah letak kekecewaan Jokowi bermula.

“Saya lihat yang nomor tiga, India saja semua koran itu keluar (beritanya), tapi kita nomor satu tidak ada yang keluar,” kata Jokowi saat membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (24/7).

Advertisement

Toh Jokowi tetap berbesar hati. "Ini juga akan memacu kami semua untuk memperbaiki (kinerja)," ujarnya.

Jokowi juga mengapresiasi anak buahnya sehingga pemerintah mendapat dukungan mamsyarakat. Hal ini, menurutnya, akan membuat pemerintah lebih mudah menjalankan berbagai kebijakan.

"Karena kalau dipercaya masyarakat itu maka bekerja akan lebih mudah. Yang sulit jadi lebih mudah," ujarnya.

Selain Indonesia, Swiss dan India di peringkat tiga besar, Luxemburg, Norwegia, Kanada, Rusia, Turki, Selandia Baru dan Irlandia juga masuk jajaran sepuluh besar. “Ini adalah sebuah survei yang mempunyai kredibilitas yang sangat tinggi dan ini internasional,” kata Jokowi.

Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait