Pemerintah Kejar Sertifikasi Simpang Susun Semanggi Beres Bulan Ini

Pemerintah DKI Jakarta menargetkan soft launching Simpang Susun Semanggi pada 29 Juli 2017.
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
18 Juli 2017, 16:58
Semanggi
ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Foto dari udara area Simpang Susun Semanggi di Jakarta, 14 Juli 2017.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Rakyat Basuki Hadimuljono menjanjikan sertifikat laik fungsi Simpang Susun Semanggi akan segera rampung. Sebab, Pemerinah Provinsi DKI Jakarta mengejar target operasional simpang susun ini pada 29 Juli mendatang.

Sementara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikannya pada 17 Agustus 2017. "Kami bertanggung untuk laik fungsi. Mudah-mudahan sertifikat segera selesai," kata Basuki usai bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat di Gedung Kementerian PUPR, Selasa (18/7).

Basuki menjelaskan, uji beban statis dan dinamis telah dijalankan di Simpang Susun Semanggi sejak pekan lalu. Puluhan dump truck dengan muatan penuh dilibatkan dalam uji beban itu. (Baca juga: Beroperasi 17 Agustus, Simpang Susun Semanggi Diuji Beban Besok)

Tak hanya Simpang Susun Semanggi, Basuki dan Djarot juga membahas beberapa proyek infrastruktur lain di DKI Jakarta. Di antaranya adalah jalur busway koridor 13 yang melayani rute Tendean – Ciledug.

Rute TransJakarta yang melalui jalan layang tersebut semula direncanakan beroperasi mulai 22 Juni 2017, bertepatan dengan ulang tahun Jakarta ke-490. Namun, rencana itu terganjal belum beresnya proses sertifikasi di Kementerian PUPR.

Basuki pun menjanjikan uji kelayakan pada lintasan busway ini akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan. Sertifikasi akan dilakukan oleh Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan (KKJTJ). "Suratnya (permohonan pengujian) telah masuk ke kami," kata Basuki.

Proyek lain yang dibicarakan Basuki adalah bendungan Ciawi- Sukamahi yang tahun ini ditargetkan penyediaan tanahnya selesai. Lalu Sistem Penyediaan Air Minum Jatiluhur dan Karian yang menyuplai kebutuhan air baku di DKI Jakarta.

"Beliau (Djarot) tersisa (masa jabatannya) tiga bulan dan tidak ingin ada yang terlewat," kata Basuki. (Baca juga: Jokowi Minta Dua Kementerian Infrastruktur Berhemat Rp 2,5 Triliun)

Djarot yang baru dilantik pada 15 Juni 2017 untuk menggantikan Basuki Tjahaja Purnama  menyatakan, ada beberapa proyek yang akan difokuskan selama masa kepemimpinannya. Dalam pekerjaan proyek infrastruktur, Djarot akan melanjutkan proyek Light Rail Transit (LRT) Kelapa Gading - Rawamangun, Tanggul Laut National Capital Integrated Coastal Development (NCICD), menyelesaikan lelang Electronoic Road Pricing (ERP) serta pembangunan rumah susun.

"Untuk proyek yang belum selesai akan masuk lagi di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018," kata Djarot.Fsoft

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait