Klaim Asuransi Macet, Pemerintah Siap Gugat MV Caledonian Sky

Belum ada kesepakatan soal valuasi kerusakan terumbu karang antara pemerintah dan pihak asuransi. Luasan area yang rusak akibat kandasnya MV Caledonian Sky di Raja Ampat pun kembali diperdebatkan.
Pingit Aria
Oleh Pingit Aria
11 Juli 2017, 16:45
Kerusakan Terumbu Karang Raja Ampat
ANTARA FOTO/HO/Pemda Kabupaten Raja Ampat
FOTO DOKUMENTASI: Tim peneliti mendata kerusakan karang yang disebabkan kandasnya Kapal MV Caledonian Sky berbendera Bahama di perairan Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (4/3). Tim Peneliti Sumber Daya Laut Universitas Papua, Conservation International, The

Empat bulan berlalu sejak MV Caledonia Sky kandas dan merusak terumbu karang di Perairan Raja Ampat. Namun, hingga kini penyelesaian ganti rugi dari klaim asuransinya belum jelas.

Deputi Bidang Kedaulatan Maritim, Kementerian Koordinator Perekonomian, Arif Havas Oegroseno mengakui bahwa saat ini belum ada kesepakatan soal valuasi kerusakan terumbu karang yang rusak akibat kandasnya MV Caledonian Sky. Pemerintah pun mulai berancang-ancang untuk membawa masalah ini ke meja hijau.

“Saya sudah bilang ke mereka untuk berdiskusi dengan timnya di London, lalu membawa hasilnya ke sini. Kami enggak mau lagi negosiasi, sudah cukup,” kata Havas di Jakarta, Selasa (11/7).

Havas menjelaskan, ada dua perguruan tinggi dilibatkan dalam proses negosiasi ini, yakni Institut Pertanian Bogor (IPB) dari pihak pemerintah dan Universitas Indonesia (UI) dari pihak asuransi.

(Baca juga: Pemerintah Urus Klaim Asuransi Kerusakan Karang Raja Ampat)

Keduanya punya perhitungan berbeda soal besarnya kerugian yang ditimbulkan akibat kerusakan terumbu karang oleh kapal berbendera Bahama itu. Havas enggan menyebut angkanya, namun menurutnya perbedaan itu masih dapat dimaklumi. “Kalau kami negosiasikan itu, oke,” ujarnya.

Masalahnya, pihak asuransi kemudian juga mempermasalahkan luas kerusakan terumbu karang yang sebelumnya disepakati sebesar 18.882 meter persegi, di antaranya 13.270 meter persegi yang mengalami kerusakan total dan 5.612 meter persegi rusak sedang.

“Mereka juga dispute soal angka (luas kerusakan total) yang 13 ribu sekian, jadi kami tunggu saja,” katanya.

(Baca juga: Kerusakan Karang Raja Ampat 11 Kali Lebih Luas dari Perkiraan)

Havas menyebut, pembicaraan terakhir dengan tim asuransi kapal MV Caledonian Sky yang diwakili oleh SPICA Services Indonesia dilakukannya sebelum Lebaran lalu. Ia memberi waktu dua bulan bagi mereka untuk memutuskan apakah hendak membayar klaim asuransi yang diajukan pemerintah atau tidak.

Jika belum ada kejelasan sampai lewat batas waktu yang ditetapkan, pemerintah pun siap menggugat mereka ke jalur hukum, melalui Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. “Kami siap, bukti-bukti lengkap kok,” ujar Havas.

Kronologis rusaknya terumbu karang di Raja Ampat diawali dari masuknya MV Caledonian Sky yang memiliki bobot 4200 gross ton ke perairan Raja Ampat pada 3 Maret 2017. Setelah penumpangnya berwisata di pulau, kapal yang dinahkodai oleh Kapten Keith Michael Taylor itu hendak melanjutkan perjalanan ke Bitung pada 4 Maret 2017.

(Baca juga: Tiga Negara di Belakang Kapal Perusak Karang Raja Ampat)

Di tengah perjalanan menuju Bitung, MV Caledonian Sky kandas di atas sekumpulan terumbu karang di Raja Ampat. Sempat ditarik tug boat, kapal itu akhirnya berhasil kembali berlayar dengan meninggalkan kerusakan terumbu karang di kawasan seluas 18.882 meter persegi.

Reporter: Michael Reily
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait