Pemerintah Segera Uji Coba Campuran Aspal dan Plastik di Bekasi

Inggris dan India sebelumnya telah mencoba penggunaan campuran plastik pada aspal di jalan raya. Hasilnya diklaim cukup baik.
Ameidyo Daud Nasution
7 Juli 2017, 19:22
Sampah
ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mulai mencampur sampah plastik dengan aspal di beberapa ruas jalan di Bekasi. Proyek percontohan ini dimaksudkan untuk mengurangi penumpukan plastik di dalam negeri.

Saat ini Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian PUPR sedang meneliti komposisi yang sesuai untuk campuran tersebut. "Kandungan plastiknya bisa mencapai 6 persen sampai 10 persen secara maksimal. Tahun ini bisa kami mulai," kata Menteri PUPR Basuki Hadimoeljono di Gedung Kementerian Koordinator Kemaritiman, Jakarta, Jumat(7/7).

Basuki mengatakan, saat ini India dan Inggris sudah menggunakan plastik sebagai campuran ketika membuat aspal. Hasilnya, kualitas aspal dengan campuran plastik cukup bagus.

(Baca juga: Mulai 2040, Perancis Larang Kendaraan Pakai Bensin dan Diesel)

"Biayanya mencapai Rp 1 miliar untuk 1 kilometer. Sedangkan campuran (bahan lain) bisa lebih mahal sedikit," kata Basuki.

Beberapa sumber sampah plastik yang dapat menjadi bahan baku antara lain sampah yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung di Bali serta sedimentasi sampah di kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL).

Di lain pihak Kementerian Perindustrian menargetkan peningkatan produksi plastik ramah lingkungan sebesar 5 persen per tahun. Saat ini, kapasitas produksi plastik yang dapat terurai secara alami (biodegradable plastic) ini sebesar 200 ribu ton per tahun.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pernah mengatakan mengatakan konsumsi plastik di Indonesia mencapai lima juta ton per tahun. Dia juga menambahkan produksi plastik saat ini banyak diserap oleh industri makanan dan minuman untuk kemasan.

(Baca juga: Hutama Karya Akan Terbitkan Obligasi Rp 3,5 Triliun Tahun Ini)

Airlangga juga mengatakan bahwa pemerintah masih kesulitan untuk menghapus penggunaan produk plastik secara keseluruhan. Namun, inisiatif yang bisa didorong adalah memakai ulang plastik (reuse), mengurangi pemakaian plastik (reduce), mendaur ulang sampah plastik (recycle), serta mengembalikan ke alam melalui penguraian alami.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait