Menteri Rini Minta BUMN Percepat Realisasi Belanja Modal

Belanja modal BUMN diharapkan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi.
Miftah Ardhian
7 Juli 2017, 16:05
Menteri BUMN Rini Soemarno
Arief Kamaludin|KATADATA

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mendorong perusahaan pelat merah untuk merealisasikan belanja modalnya (capital expenditure/capex). Menteri BUMN Rini Soemarno mengakui, di tiga bulan awal tahun ini saja masih realisasi belanja modal BUMN masih rendah.

Hal tersebut menjadi Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebab, jika realisasi capex BUMN tidak mencapai target, maka, akan mempengaruhi laju pertumbuhan ekonomi.

"Jadi kalau perekonomian Indonesia ini tidak tumbuh secara positif kami bisa disalahkan. Itu saya peringatkan," ujar Rini di Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (7/7).

(Baca juga: PLN Targetkan Raup Rp 10 Triliun dari Sekuritisasi Aset)

Selain membayar pajak dan dividen, Rini meminta BUMN yang ada untuk merealisasikan belanja modalnya sesuai target dan rencana kerja perusahaan. BUMN, menurut Rini, harus berkontribusi agar perekonomian Indonesia bisa tumbuh lebih positif. 

Di tahun ini, Rini mengatakan, capex BUMN ditargetkan akan mencapai Rp 475 triliun. Namun, sampai dengan kuartal-I tahun 2017 ini, realisasi penggunaan capex tersebut masih dinilai rendah. Beberapa kendala yang menyebabkan rendahnya realisasi capex tersebut contohnya permasalahan pembebasan lahan dan perizinan yang belum juga keluar.

Untuk itu, Rini meminta jajaran direksi BUMN yang ada untuk menggenjot realisasi belanja modalnya masing-masing. Selain itu, Rini meminta seluruh pejabat dan pegawai Kementerian BUMN untuk memperketat pengawasan agar program yang telah disusun betul-betul dijalankan.

(Baca: PLN Jaminkan Aset untuk Mendanai Perbaikan PLTU Suralaya)

"Jadi yang sudah kami komitmenkan di RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan) betul-betul direalisasikan. Karena kalau tidak, pada akhirnya kami bisa menghambat pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Secara keseluruhan, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro menjelaskan BUMN masih mencatat kinerja yang cukup baik pada kuartal-I 2017. Sebab secara total, perusahaan plat merah masih membukukan laba sebesar Rp 43 triliun. Sedangkan target laba tahun ini mencapai Rp 197 triliun. Laba ini mayoritas ditopang oleh BUMN jasa keuangan, pergudangan, hingga konstruksi.

Reporter: Miftah Ardhian
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait