Jokowi Bahas Terorisme dan Transparansi Keuangan di Forum G20

Presiden Jokowi juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan beberapa Kepala Negara di sela konferensi G20 di Hamburg, Jerman.
Pingit Aria
7 Juli 2017, 11:57
Jokowi
Laily Rachev | Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo menghadiri KTT G20 di Cina, Senin (5/9)

Usai melakukan kunjungan kerja ke Turki, Presiden Joko Widodo (Jokowi) langsung menuju Hamburg, Jerman untuk menghadiri pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan, ada lima sesi dalam KTT G20. Salah satunya adalah forum leader retreat yang dihadiri oleh seluruh Kepala Negara anggota G20, termasuk Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

“Dalam leader retreat itu, Presiden Indonesia diminta untuk menjadi salah satu pembicara utama untuk tema melawan terorisme,” kata Retno dalam keterangan resminya dari Hamburg, Jerman, Kamis (6/7) malam waktu setempat.

(Baca juga: Sri Mulyani: Utang Negara Bertambah, Masih Lebih Rendah dari G20)

Dalam forum tersebut, Jokowi akan berbicara mengenai situasi di Marawi, Filipina, dan juga bagaimana kerja sama untuk melawan terorisme dapat diperkuat di dalam konteks G20 yang beranggotakan negara-negara besar.

“Jadi semakin besar kita, juga akan semakin besar tanggung jawabnya,” ujar Retno.

Selain itu, Jokowi juga akan menyampaikan intervensi di sesi 1 yang terkait dengan masalah ekonomi dan keuangan. Presiden juga akan menyinggung pentingnya transparansi keuangan di antara aksi bersama anggota G20 dalam memerangi penggelapan pajak.

(Baca juga: Perdagangan Merosot, Jokowi – Erdogan Rajut Kerja Sama Ekonomi)

Di luar berbagai agenda tersebut, Jokowi juga dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull. Kemudian, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte.

Selain Retno, turut mendampingi Presiden Jokowi dalam agenda G20 kali ini Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait