Perdagangan Merosot, Jokowi – Erdogan Rajut Kerja Sama Ekonomi

Tren Perdagangan Indonesia – Turki turun 10,93 persen dalam lima tahun terakhir.
Pingit Aria
6 Juli 2017, 16:54
Turki erdogan
REUTERS/ANTARA FOTO
Presiden Turki Tayyip Erdogan

Pada hari kedua kunjungannya di Turki, Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan bertemu dengan Presiden Recep Tayyip Erdogan, di Istana Kepresidenan Republik Turki, di Kota Ankara. Ada dua kesepakatan yang akan diteken, salah satunya adalah peluncuran negosiasi dagang Indonesia – Turki.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, dalam kesempatan itu, kedua kepala negara akan melakukan pertemuan empat mata, yang dilanjutkan dengan pertemuan bilateral secara lebih luas.

“Acara kemudian akan dilanjutkan dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman, antara lain di bidang perdagangan dan kesehatan,” kata Retno kepada wartawan di lobi hotel tempat Presiden Jokowi dan rombongan menginap selama di Ankara.

(Baca juga: Hari Ini Jokowi Akan Bertemu Erdogan dan Pengusaha Turki)

Menurut Menlu, ada dua nota kesepahaman yang akan ditandatangani, yang pertama kerja sama di bidang kesehatan dan kedua peluncuran negosiasi Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement (IT-CEPA).

Total perdagangan dengan Turki tahun lalu mencapai US$ 1,33 miliar, di mana Indonesia mengantongi surplus sebesar US$ 712,91 juta. Namun, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tren pedagangan kedua negara merosot 10,93 persen selama lima tahun terakhir.

Grafik: Nilai Ekspor-Impor Indonesia-Turki 2012-Maret 2017
Nilai Ekspor-Impor Indonesia-Turki 2012-Maret 2017

Retno menambahkan, setelah acara di Istana Kepresidenan Turki selesai, Presiden Joko Widodo  dijadwalkan akan menerima sejumlah CEO Turki yang bergerak di bidang pertahanan, industri perkapalan, dan energi di Hotel JW Marriot, Ankara.

Setelah itu, Presiden akan menghadiri pertemuan terbatas dengan 25 CEO Turki. “Presiden akan bertemu dengan kalangan bisnis yang lebih luas. Kami tidak mengundang banyak orang, tetapi hanya perusahaan-perusahaan besar yang sudah memiliki minat yang sudah sangat tinggi untuk melakukan kerja sama dengan Indonesia,” ujarnya.

Grafik: Nilai Investasi Asing asal Turki ke Indonesia 2015-2017
Nilai Investasi Asing asal Turki ke Indonesia 2015-2017

Pada sore harinya, Presiden Jokowi dan rombongan akan menuju Bandar Udara Internasional Esenboga, Ankara untuk kemudian bertolak menuju Hamburg, Jerman untuk menghadiri KTT G20.

Pada KTT yang dibuka esok tersebut, Jokowi akan menyampaikan pesan agar G20 dapat menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan global, termasuk terorisme. Terkait ekonomi dan keuangan global, Presiden akan menyinggung pentingnya aksi bersama anggota G20 dalam memerangi penggelapan pajak.

Di sela pertemuan G20, Presiden juga akan melakukan pertemuan bilateral dengan sejumlah pimpinan negara sahabat, salah satunya Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi dalam kunjungan ini antara lain Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Moodal (BKPM) Thomas Lembong, dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Suhardi Alius.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait