Mentan Tolak Tawaran Impor Nanas Filipina

Michael Reily
14 Juni 2017, 20:01
Amran Pertanian
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat mencanangkan Gerakan Nasional Penanaman Cabai di Bergas, Kabupaten Semarang, 23 Januari 2017.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman hari ini bertemu Duta Besar Filipina untuk Indonesia Maria Lumen B Isleta. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas rencana kerja sama bidang pertanian dan perdagangan.

“Mereka (Filipina) mengharapkan kita (Indonesia) mengimpor nanas dari Filipina, tetapi kami sampaikan, kami pertimbangkan karena Indonesia saat ini sudah swasembada bahkan sudah ekspor pineapple," ujar Mentan setelah pertemuan tersebut di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (14/6/2017).

(Baca juga:  Genjot Ekspor, Jokowi dan Duterte Buka Rute Kapal Roro Davao-Bitung)

Sebaliknya, Indonesia menawarkan ekpor bawang merah, jagung, dan crude palm oil (CPO) ke Filipina. Berbagai komoditas ini akan diangkut dengan kapal Roll on Roll off (RoRo) rute Bitung-Davao yang baru diresmikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Rodrigo Duterte.

"Harapan kita ini, (Kapal Roro) jangan kosong pada saat datang dan juga pada saat pulang sehingga ini menguntungkan kedua belah pihak," kata Amran.

Nnaas masuk dalam Rencana Strategis (Renstra) 2015-2019 bersama mangga, manggis, salak, dan jeruk siam. Pada 2015, produksi nanas sebanyak 1.888.000 ton. Sampai dengan akhir 2019, pemerintah menargetkan produksi nanas mencapai 2.042.000 ton.

(Baca juga: Kinerja Ekspor Diproyeksi Bakal Dongkrak Ekonomi Asia 2017)

Beberapa sentra produksi nanas di Tanah air adalah Lampung, Jawa Barat, Sumatera Utara, Jawa Timur dan Jambi. Produktivitas saat ini sebesar 117,5 ton per hektare lahan.

Selain bertemu dengan Duta Besar Filipina, Amran juga bertemu dengan Duta Besar Cile, Gonzalo Mendoza. Dalam pertemuan itu, Amran menyatakan bahwa kedua pihak baru menjajaki potensi investasi dan perdagangan. Rencananya, Cile akan mengekspor buah anggur dan daging ke Indonesia.

Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait