Investor Tiongkok Gelontorkan Rp 99 Triliun ke Kawasan Industri Medan

Kawasan industri yang dikembangkan yakni Golden Integrated Industrial Port Estate (GIIPE), berjarak 16 kilometer dari pusat kota Medan.
Pingit Aria
15 Mei 2017, 11:14
Kawasan Industri
Arief Kamaluddin | Katadata

Indonesia Best & Grow Investment Group dan Shenzhen Qixin Construction Group Co Ltd akan mengembangkan kawasan industri terpadu di Medan, Sumatera Utara. Perkiraan nilai proyek pengembangan Golden Integrated Industrial Port Estate (GIIPE) ini mencapai US$ 7,4 miliar atau sekitar Rp 99 triliun.

Nota kesepahaman kerja sama ini diteken di Beijing, Tiongkok, Sabtu (13/5) lalu. Acaranya dihadiri Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Menurut Luhut, Pemerintah Indonesia juga menyambut baik adanya kawasan industri GIIPE. Ia juga mendorong para investor berinvestasi di dalam kawasan tersebut.

(Baca juga:  Menperin: Tumbuhnya Kegiatan Industri Akan Mendongkrak Impor)

“Selama kerja sama saling menguntungkan, Pemerintah Indonesia akan memberikan dukungan penuh dan menjamin kenyamanan investasi kepada pada investor,” kata Luhut dalam keterangannya, Minggu (14/5).

Hal senada disampaikan Airlangga, bahwa Kementerian Perindustrian telah memberikan rekomendasi dan dukungan terhadap pengembangan kawasan GIIPE. Menurutnya, kawasan industri bisa menjadi ujung tombak untuk menarik investasi dan melihat perkembangan industri yang ekspansi di Indonesia.

“Maka, kami juga telah mengumpulkan perusahaan pengelola kawasan industri agar terus meningkatkan daya saing melalui pembangunan fasilitas dan infrastruktur yang mendukung bagi kebutuhan industri,” katanya.

(Baca juga: Luhut Minta Kajian Desain Awal Blok Masela Selesai Tahun Ini)

Sementara, Komisaris Best & Grow Investment Group, Ishak Charlie memaparkan berbagai keunggulan investasi di kawasan industri yang berlokasi di Percut Sei Tuan, Medan, Sumatera Utara ini. “Letaknya sangat strategis, 16 kilometer dari pusat Kota Medan, 3,5 kilometer dari Bandara Internasional Kualanamu, dan 9,5 kilometer dari pelabuhan Belawan,” ujarnya.

GIIPE menempati lahan seluas 2.000 hektare dan masih akan melakukan ekspansi lahan seluas 1.000 hektare. Proyek GIIPE terbagi menjadi pembangkit listrik seluas 200 hektare, Seaport seluas 200 hektare, dan kawasan industri seluas 1.000 hektare.

(Baca juga: Lippo Bangun Meikarta, Kota Industri di Cikarang Meniru Shenzhen)

Selain itu, dalam kawasan ini juga dilengkapi kompleks perumahan seluas 200 hektare, Cruise Port, lapangan golf seluas 100 hektare, dan kawasan pusat bisnis seluas 300 hektare. Nilai total investasi proyek tersebut diperkirakan lebih dari Rp 100 triliun.

Editor: Pingit Aria

Video Pilihan

Artikel Terkait