Pemerintah Incar Investasi Tiongkok Lewat Konsep Baru Jalan Sutera

Presiden Joko Widodo dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt, One Road (OBOR) pada 14 dan 15 Mei mendatang di Beijing, Tiongkok.
Ameidyo Daud Nasution
5 Mei 2017, 20:09
No image
Suasana ekspo Jaringan Kereta Cepat Negara Tiongkok di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Pameran menampilkan beragam jenis kereta cepat dan pembangunan stasiun kereta yang telah dipergunakan di negara Tiongkok yang rencananya juga akan di pergunak

Pemerintah mengincar investasi di bidang infrastruktur dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) One Belt, One Road (OBOR) yang diselenggarakan tanggal 14 dan 15 Mei mendatang di Beijing, Tiongkok. Konferensi ini merupakan bagian dari konsep Tiongkok untuk menghidupkan jalur sutera, baik itu di darat maupun di laut.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Trikasih Lembong mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo direncanakan hadir di perhelatan tersebut. Menurutnya, pemerintah memang mengincar penanaman modal di sektor infrastruktur dari Negeri Tirai Bambu.

(Baca juga: Laju Ekonomi Kuartal I Terdongkrak Kenaikan Kinerja Ekspor)

"Misal jalan tol, kereta api, pelabuhan, infrastruktur transportasi dan perhubungan," kata Thomas di kantor Presiden, Jakarta, Jumat (5/5).

Advertisement

Thomas mengatakan jajaran kabinet akan merapatkan apa saja proyek prioritas yang akan ditawarkan dalam acara OBOR ini. Sehingga nantinya akan ada kecocokkan antara konsep Tiongkok dengan kebutuhan infrastruktur Indonesia. "Ini akan kami rapatkan dalam rapat koordinasi," katanya.

Grafik: 10 Negara dengan Investasi Terbesar di Indonesia Triwulan I 2017
10 Negara dengan Investasi Terbesar di Indonesia Triwulan I 2017

Tiongkok merupakan salah satu investor terbesar bagi Indonesia. Namun, Thomas menyebut bahwa modal Tiongkok yang mengalir ke Tanah air masih terbilang kecil dibandingkan negara lain.

Dia mengatakan, Pakistan tahun ini sudah mendapatkan kucuran modal hingga US$ 55 miliar, sedangkan Malaysia sudah mengambil investasi US$ 30 miliar dari program OBOR ini. "Sementara Indonesia masih sekitar US$ 5 hingga US$ 6 miliar," kata Thomas.

(Baca juga: Investasi Memompa Industri Manufaktur Kuartal I Tumbuh 4,3 Persen)

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan pemerintah sedang memikirkan model investasi namun tidak menggunakan utang dari Tiongkok. "Tapi tunggu saja selama dua minggu ini, saya belum bisa bicara banyak," kata Darmin.

Reporter: Ameidyo Daud Nasution
Editor: Pingit Aria
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait