Jokowi Akan Bertemu Presiden Afrika Selatan dan Sri Lanka di Istana

Selain itu, dalam KTT IORA yang berakhir kemarin, Jokowi juga mendapat undangan untuk berkunjung ke Tanzania, Somalia dan India.
Pingit Aria
8 Maret 2017, 09:42
Presiden Joko Widodo (kanan) menyambut Deputi Perdana Menteri Singapura Teo Chee Hean
ANTARA FOTO/IORA SUMMIT 2017/Rosa Panggabean

Hari ini Presiden Joko Widodo dijadwalkan bertemu dengan Presiden Afrika Selatan dan Sri Lanka. Pertemuan akan digelar terpisah di Istana Merdeka.

Kedua pertamuan bilateral ini merupakan kelanjutan dari agenda Koferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA) yang ditutup kemarin. Belum diketahui apa pokok bahasan kedua pimpinan negara tersebut saat bertemu Jokowi nanti.

Di sela KTT IORA, Jokowi banyak berbincang dengan sejumlah pemimpin negara. Di antaranya seperti Perdana Menteri Australia Malcom Turnbull, Presiden Yaman Abdur Rabbuh, Perdana Menteri Malaysia Nadjib Tun Razak, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dan tujuh kepala negara lainnya.

(Baca juga:  Di KTT IORA, Jokowi Serukan Internasionalisme Bung Karno)

Sementara, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga bertemu dengan perwakilan Tanzania, Somalia, dan India. Ketiganya mengundang pemerintah Indonesia untuk melakukan kunjungan kenegaraan ke Negara masing-masing.

“Kita juga banyak pembicaraan-pembicaraan tentang kemungkinan hubungan ekonomi, investasi. Justru mereka minta supaya kita datang ke negara mereka seperti Tanzania, Somalia, dan India,” kata JK di sela-sela KTT IORA, Selasa (7/3).

JK mengatakan Indonesia dalam membina hubungan luar negeri dilatari oleh dua maksud, yakni menjalin hubungan politik dan ekonomi. Selain itu, Indonesia merasa bertanggung jawab untuk membantu negara-negara seperti Somalia yang diterpa persoalan kerawanan pangan.

(Baca juga: Jokowi Teken 9 Komitmen Jakarta Concord di KTT IORA)

Dalam pertemuan dengan Deputi Perdana Menteri Somalia Mohamed Omar Artch, JK mengatakan Somalia menyampaikan harapannya agar pemerintah Indonesia dapat membantu persoalan kelaparan di negaranya. “Nanti akan kita bicarakan (untuk membantu) tapi yang penting kita harus membantu negara-negara seperti itu. Sudah waktunya tangan di atas,” katanya.

Adapun pertemuan dengan Deputi Perdana Menteri Singapura Theo Chee Hean, diakui JK membicarakan mengenai keinginan Singapura untuk meningkatkan investasinya di Indonesia. “Singapura, tentu mereka akan investasi lebih banyak lagi,” katanya.

Seperti diketahui, saat ini Singapura merupakan negara asal investasi terbesar di Indonesia sepanjang 2016. Nilai investasi dari Negeri Singa mencapai US$ 9,18 miliar, mengalahkan negara lainnya seperti Jepang, Cina, maupun Amerika Serikat. Adapun jumlah proyek dari investasi Singapura mencapai 5.874 unit.

(Baca juga:  Indonesia Pimpin Perang Terhadap Terorisme di Samudera Hindia)

Reporter: Muhammad Firman
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait